Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih berkibar di puncak tertinggi Perbukitan Menoreh, Puncak Suroloyo, Yogyakarta. (Foto: Mihardo Saputro
Penulis: Joice Ester Raranta, M.Th.

Bicara soal budaya indonesia takkan pernah ada habisnya. Indonesia terlalu kaya dengan keragaman, mulai dari agama, suku, etnis, tarian dan banyak hal lain lagi yang bisa kita ketemukan dari satu wilayah ke wilayah lain di Indonesia dalam hal adat istiadatnya. Setiap wisatwan asing yang datang ke Indonesia akan terkesan dengan keragaman budaya di negeri ini. Dunia Internasional pun mengakui betapa indah dan mempesonanya tari-tarian tradisional Indonesia. ebut saja salah satunya Tari Saman. tari ini pernah mendapat gelar “The Best Performance” di “The Internationaly Fork Festival” pada tahun 2013. Penampilan tarisn itu berhasil membuat para penonton yang hadir dalam festival di Yunani tersebut terpukau. Tari Saman bahkan telah ditetapkan sebagai “Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity” pada tahun 2011 oleh UNESCO.

Warga negara asing yang datang ke Indonesia banyak yang kemudian rela bersekolah kebudayaan Indonesia dan menetap di indonesia. Kita sebagai warga negara indonesia, pewaris kekayaan ragam budaya dari leluhur di negeri ini, seharusnya berbangga, menjaga serta melestarikan budaya kita sebagai warisan yang sangat berharga. Kenyataan bahwa Indonesia pernah di dominasi oleh kolonial antara lain :


Oleh Portugis, Raja Portugis mengutus Diogo Lopes de Sequira untuk ekspedisi Malaka, ia tiba disana pada tahun 1509. Dilanjutkan oleh kedatangan Alfonso d’ Albuquerque (1453-1515) yang berhasil mendarat di Malaka dan merebutnya pada tahun 1511. 


Oleh Inggris sejak Sir Francis Drake (1577-1580)
yang melakukan pelayaran keliling dunia hingga memborong rempah-rempah di
Indonesia tepatnya di daerah Ternate. Dilanjutkan oleh Sir Henry Middleton,
pada tahun 1604 berhasil mendarat di Ternate, Tidore, Ambon dan Banda.

Terakhir, bangsa Eropa yang masuk ke Indonesia ialah
bangsa Belanda yang ditandai dengan Barentz, pada tahun 1594 mencari daerah
Timur (Asia) melalui jalur lain yaitu ke Utara. Cornelis de Houtman, pada tahun
1596 berhasil mendarat di Banten. Dan Jacob van Neck yang berhasil mendarat di
Banten pada 28 November 1598 dan berhasil mendapatkan rempah-rempah yang
banyak. Belanda kemudian membentuk kongsi dagang yang bernama Vereenigde Oost
Indische Compagnie (VOC). VOC dibentuk oleh pemerintah Belanda dengan tujuan
untuk memonopoli perdagangan di Indonesia. Sejak era inilah Indonesia secara
perlahan namun pasti berada dibawah dominasi kolonialis & imperialis bangsa
lain.
Sejak Indonesia berada dibawah dominasi kolonial
(Portugis, Spanyol, Inggris dan Belanda), baik secara ekonomi, Sumber Daya
Alam, Sumber Daya Manusia maupun politik, membuat kebanyakan kita telah
kehilangan jati diri sebagai bangsa yang kaya, luhur dan bermartabat. Banyak
diantara kita tetap bermental “bangsa terjajah”.
Mental bangsa terjajah bisa dilihat dari gaya hidup
mereka yang memilih menggunakan atribut bangsa lain; pakaian, filosofi,
kepercayaan, makanan, adat-istiadat, dll yang intinya menganggap produk budaya
negeri sendiri sebagai sesuatu yang “usang’ dan tidak layak untuk dipelihara.
Mental bangsa jajahan adalah mereka yang tidak lagi mau terikat oleh budaya
leluhur dan menganggap produk dari luar sebagai sesuatu yang lebih baik.
Untuk bisa memiliki perasaan bangga dan mencintai
Indonesia, tidak ada jalan lain selain mengenali dengan baik budaya milik kita
sendiri yang telah diwariskan secara turun temurun dari para leluhur.
Berikut adalah beberapa budaya yang telah menarik
perhatian masyarakat warga negara asing. Beberapa diantaranya telah diakui oleh
UNESCO.
1. Batik
Indonesia. Batik merupakan hasil karya indonesia yang sekarang ini sudah
mendunia. Batik sendiri berasal dari beberapa wilayah indonesia dengan
ciri-khas motif yang berbeda-beda. Dan jenis batik sendiri sekarang juga sudah
beragam mulai dari batik tulis dan batik cetak.
2. Wayang Kulit.
Budaya yang berasal dari jawa, khususnya jawa tengah, ini sangat menarik minat
penonton. Wayang kulit dalam penampilannya melibatkan dalang, penyanyi atau
sinden dan para pemain musik gamelan. Biasanya pertunjukan wayang kulit
menceritakan para kesatria Perwayangan seperti Punokawan, Ramayana,
Mahabharata.
3. Musik Gamelan.
Gamelan merupakan kumpulan beberapa alat musik tradisional indonesia yang
digunakan untuk mengiringi suatu pertunjukan. Seperti tari tradisional, wayang
dan masih banyak lagi. Gamelan terdiri dari alat musik seperti gong, gambang,
angklung, saron. Suara yang dihasilkan dari alat-alat ini akan menimbulkan
suara yang sangat khas.
4. Musik
Angklung. Suara dari angklung ini sangat khas dan setiap ukuran angklung
mempunyai hasil suara yang berbeda. Asal angklung ini dari jawa barat dan
terbuat dari bambu.
5. Tari Saman
Aceh. Tari Saman merupakan tarian dari daerah Aceh yaitu Suku Gayo. Tari ini
memperlihatkan gerakan dari para penarinya dengan gerakan yang sangat cepat
dengan diiringi Syair khas aceh. Tarian ini biasanya digunakan dalam peristiwa
atau acara penting.
6. Senjata Keris.
Keris merupakan aksesoris wajib sekaligus senjata untuk bertarung dari jawa.
Selain keenam hal tersebut, masih banyak lagi budaya
Indonesia yang sangat membanggakan. Semoga kita menjadi bangsa yang bisa
melestarikan warisan budaya para leluhur kita.
***

* Penulis adalah Wasekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Skip to content