Juni 20, 2024
Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Koreneles Jalanjinjinay saat memberikan penjelasan mengenai bahaya Radikalisme. (Foto: Gabriel Hartanto)

Penulis: Mihardo Saputro

JAKARTA, suaraumat.com – Ketua umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI)
Korneles Jalanjinjinay mengatakan bahwa maraknya konflik yang ada di Indonesia
belakangan ini sebenarnya bukan karena perbedaan agama, suku, budaya maupun
adat-istiadat, tapi lebih pada perbedaan pandangan politik.

“Memang dalam berdemokrasi hal-hal seperti itu sah-sah saja,
tapi persoalannya adalah ketika konflik itu menjadi berkepanjangan dan menjadi
konflik horizontal antara masyarakat dengan masyarakat sehingga korbannya
masyarakat itu sendiri,” tuturnya.



Korneles Jalanjinjinay berharap pemerintah harus cepat
menyelesaikan masalah seperti ini, kalau tidak maka akan dimanfaatkan oleh
kelompok-kelompok tertentu untuk merebut kekuasaan, baik itu di tingkat daerah
maupun nasional.

“Kasus Papua misalnya, 
itu juga bagian dari kepentingan, baik itu kepentingan di dalam negeri
maupun kepentingan asing, apalagi isu Papua itu sendiri tidak terlepas dari
kepentingan asing bagaimana menguasai republik yang sumber daya alamnya
melimpah ini,” ujar ketua umum GMKI yang sekaligus tergabung dalam Kelompok
Cipayung ini.

Kelompok Cipayung adalah organisasi
mahasiswa (ormawa) yang telah lama memberikan perhatian khusus mengenai pentingnya nasionalisme dan menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa, UUD
1945, NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika. Kelompok Cipayung itu sendiri terdiri
dari beberapa organisasi, antara lain HMI, PMII, GMNI, PMKRI, GMKI, IMM, KMHDI,
dan Hikmahbudhi.

“Kampus adalah lingkungan terpelajar yang harusnya bisa
memproteksi gerakan-gerakan radikalisme, namun sekarang ini sudah dikuasai oleh
kelompok-kelopok tersebut, inilah persoalannya. Lagi-lagi ini adalah musuh
bersama, ini PR kita semua dan kita harus meyatakan perang terhadap radikalisme,”
katanya di akhir pembicaraan.

***

* Penulis adalah Redaktur Pelaksana di Tabloid Suara Umat

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Skip to content