Untuk mencegah penyebaran Covid19 dan demi mengurangi beban masyarakat akibat kebijakan yang diambil dalam rangka menangkal Covid19, peran aktif dari seluruh masyarakat sangatlah dibutuhkan mengingat masalah ini adalah masalah semua orang di negeri ini.

Karena hal ini, beberapa lembaga Sosial Kemasyarakatan seperti Lumbung Yusuf Indonesia, My Home, PGLII, Pewarna Indonesia, Gereja Melawan Covid 19 (GMC19) dan lembaga lainnya, menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial dalam bentuk Pembagian Sembako dan penyemprotan Disinfektan yang dilakukan pada hari ini, Rabu 8 April 2020, bertempat di Sekolah Tinggi Teologia (STT) LETS.

Menurut DR. Ir. Rahmat T. Manulang, M.Si, kegiatan sosial ini dilakukan semata-mata karena melihat dampak covid 19 yang efeknya sangat besar dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, secara khusus masyarakat ekonomi lemah; yaitu masyarakat yang pekerjaannya sangat bergantung pada pemasukan harian seperti misalnya pengojek Daring (Ojol), “Penghasilan pengojek online menurun akibat dampak dari pembatasan kegiatan masyarakat” cetus Rahmat. “Oleh karena itu dibulan April 2020 ini setiap minggu akan dibagikan sembako gratis di STT Lets, sedikitnya 100 paket sembako” jelasnya.

Supri (40) seorang pengojek online yang menerima bantuan sembako menyampaikan pergumulannya “Sejak dibatasinya kegiatan masyarakat, pemasukannya menurun hingga lebih dari 50%. Satu hari masih bagus kalo dapat 50 ribu”, keluhnya.

Usai pembagian Sembako, kegiatan dilanjutkan dengan penyemprotan desinfektan oleh tim terlatih dari GMC19 diseluruh bagian gedung Rhema, sekolah TK dan Gereja yang ada dilingkungan Pertokoan Jakasampurna, Kalimalang, Bekasi. (Ghart)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Skip to content