Juni 16, 2024

K.H. Bukhori Yusuf, Lc. M.A., Anggota Komisi VIII DPR RI dari PKS. (Foto: Dok. Fraksi.pks.id)

Jakarta, SUARAUMAT.comMuseum Holocaust Yahudi pertama di Indonesia rencananya akan didirikan di Sulawesi Utara. Ketua DPP PKS Bukhori Yusuf meminta museum ditutup karena tidak ada relevansinya dengan sejarah Indonesia.

“Saya kira museum Holocaust tidak ada relevansinya dengan sejarah dan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia,” kata Bukhori saat dihubungi, Rabu (2/2/2022).

Anggota Komisi VIII DPR ini meminta pemerintah mempertimbangkan untuk menutup museum. Ia menilai museum tersebut tidak begitu penting bagi Indonesia. Kata dia, baiknya ditutup saja, tidak penting ada di negeri kita.

Lebih lanjut, Bukhori menilai jika pemerintah tetap mengizinkan pembangunan museum, secara tidak langsung akan mengakui keberadaan bangsa Yahudi. Dia menyebut museum itu sebagai tanda pengkhianatan terhadap kemanusiaan dan penjajahan oleh orang-orang Yahudi.

Dia mengatakan, adanya museum itu secara tidak langsung mengakui keberadaan bangsa Yahudi dengan kekejamannya di depan mata, artinya kita rela melakukan pengkhianatan terhadap kemanusiaan dan penjajahan oleh kaum Yahudi, padahal kita Pancasila anti penjajahan dan berjanji akan memberantas kolonialisme.

Cuitan Duta Besar Jerman 

Sebelumnya, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ina Lepel, mengumumkan peresmian Museum Holocaust Yahudi pertama di Indonesia. Museum ini dibangun di Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Lepel dalam unggahannya di akun Twitter resminya, @GermanAmbJaka. Dia mengatakan museum dibuka hari ini bertepatan dengan Hari Peringatan Holocaust Internasional.

“Merupakan suatu kehormatan untuk berada di Minahasa dan berbicara pada pembukaan Museum Holocaust pada #InternationalHolocaustRemembranceDay (27 Jan). Jerman akan selalu mendukung peringatan terhadap ‘pelajaran universal’ ini dan menentang rasisme, anti-Semitisme, dan segala bentuk intoleransi,” tulis Lepel, terlihat pada Kamis (27/1).

Sekadar informasi, pada tanggal 20 Januari 1942, para pejabat tinggi Nazi mengadakan rapat koordinasi di sebuah vila di tepi Danau Wannsee di Berlin untuk membahas pembunuhan sistematis terhadap sekitar 11 juta orang Yahudi di Eropa. Hadir dalam pertemuan tersebut adalah Kepala Staf Keamanan Nasional Reinhard Heydrich, pemimpin milisi Nazi SS Heinrich Himmler, perwira tinggi SS Adolf Eichmann, dan Kepala Biro Perencanaan Hermann Gring.

Majelis Umum PBB

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 27 Januari sebagai hari peringatan internasional untuk menghormati para korban Holocaust, yang juga dikenal sebagai Hari Peringatan Holocaust Internasional. Pada 27 Januari 1945, pasukan Soviet memukul mundur pasukan Jerman dan memasuki kamp konsentrasi Auschwitz di Polandia. Lebih dari satu juta orang terbunuh di kamp konsentrasi ini.

Kembali ke cuitan Lepel, dalam video yang diunggah, ia menyebut museum ini juga yang pertama di Asia Tenggara. Museum tersebut dibuka atas inisiatif komunitas Yahudi.

Lepel mejelaskan, museum semacam ini pertama kali dibuka di Asia Tenggara atas inisiatif komunitas Yahudi di sini. 

“Kita harus mengingat kejahatan luar biasa yang terjadi dalam holocaust. Jika tidak, kita berisiko mengulanginya lagi. Namun, jika kita ingat, kita bisa sangat waspada dan segera bertindak jika ada tanda-tanda rasisme dan anti-Semitisme,” katanya.

Lepel menilai museum yang didirikan itu merupakan perkembangan yang sangat baik. Khususnya bagi generasi muda untuk proses pembelajaran sejarah.

Dia mengatakan, pendirian museum ini merupakan perkembangan yang sangat bagus. Apalagi museum ini akan menyasar anak-anak muda sebagai pengalaman belajar. Ia pun sangat senang bisa mengunjungi museum ini.

(su/kpn)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Skip to content