March 5, 2024

ASATI Dorong Program Wisata Nusantara Bangkit Jelajah Negeriku, Benar Sejarahnya Beda Wisatanya. (Foto: Dok. ASATI)

Bandung, SUARAUMAT.com – Bahwa potensi wisata budaya, wisata pra sejarah dan wisata sejarah juga wisata petualangan bahkan wisata pendidikan akan ikut tersibak, Nusantara khususnya Indonesia akan menjadi magnet dunia dengan kembalinya kejayaan peradaban leluhur yang adi luhung penakluk 3/4 permukaan bumi.

Hal itu terungkap dalam acara Jalan-jalan ala ASATI secara virtual Benar Sejarahnya Beda Wisatanya menjadi tagline dalam undangan yang beredar secara digital via jejaring WhatsApp. 

ASATI ini adalah asosiasi sales travel Indonesia, fokus kita selalu membuat produk-produk terbaru, dan alhamdulillah kita juga bertemu dengan komunitas yang bernama True Back History, di mana ASATI sendiri punya program Nusantara Bangkit,” ujar Ketua Umum ASATI, Syukri Machmud dalam Nusantara Bangkit Jelajah Negeriku yang dilakukan secara daring. 

Acara yang mengangkat tema besar “Klarifikasi Tahun Saka” Awal saka 78M, Penyebab sejarah kita hilang, diikuti oleh M. Syukri Machmud Ketum ASATI Indonesia, Alexander Reyaan Kemenparekraf, Muchlis Disbudparsu, Rizky Handayani D6 Kemen/Baparekraf, R Wijaya Disparbud Jabar, Prof. Dr. W.E. Soetomo Siswokartono, MPd dan para pengusaha travel dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Menguak Tabir Sejarah Borobudur dan Prambanan Bukti Peradaban NUSANTARA Sesungguhnya

True back history, universitas tertua di dunia salah satunya ada di Muara Takus Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Ketika Nabi Isa berumur 18 tahun disebutkan tahun Adam disebut sebagai tahun Surya Sangkakata. Kajian tahun saka nusantara jawadwipa. 1 kala sama dengan 1 abad kalau zaman sekarang.

Generasi aquarium 2278-10677, SS= Surya Sengkala

Zaman Kala Bendu penuh dengan bencana, perang besar dunia 1 dan 2, kala bendu di Indonesia ditandai adanya G30 SPKI, berdirinya Uni Soviet dan RRT, di Jerman di kala suba, Yugoslavia juga, Uni soviet pecah. Waktunya Sanjaya untuk Indonesia rekonsiliasi seluruh elemen bangsa. Lewat jalur ASATI mendorong rekonsiliasi supaya Indonesi maju,” ujar A. Chodjim, pemateri dalam acara tersebut. 

Rizki Handayani dari Kemen/Baparekraf RI /Tangkapan layar Youtube Santosaba

“Wisata sejarah, ada 2, terkait dengan pariwisata sejarah harus direfleksikan dengan bahasa pariwisata dalam mengembangkan wisata sejarah atau heritage. Edukasi mendalam buat para wisatawan tentang sejarah Indonesia yang menjadi obyek wisata sejarah ini. Kalau diceritakan ke suku lain, apakah sama dengan sejarah yang mereka pahami? Siapa pasar kita, eduwisata, wisata sejarah, dllnya. Harus disinergikan Kemendikbud untuk dijadikan materi dalam pelajaran sejarah, baru ke Kemenparekraf,” jelas Rizki Handayani dari Kemen/Baparekraf RI.

Santo Saba Piliang penulis dan pemerhati sejarah nusantara mengatakan waktunya Nusantara bangkit. Kebangkitan kejayaan nusantara. 

“Kita harus belajar sejarah lagi, itu mundur dua langkah. Jadi sejarah ini harus diinduksi ke kemendikbud. Kita harus meriset kembali sejarah kita. Ketebalannya sejarah kita kalau dijajar itu bisa 12 KM, itu ada di Leiden Belanda. Perhitungan tahun saka tidak dimulai 78. Penting mengedukasi generasi muda untuk menemukan kembali sejarah yang benar. Kembali sejarah benar, ASEAN bagian Nusantara Kita,” tuturnya.

Tahun “Saka” yang tertulis di seluruh prasasti dihitung mulai dari 78 Masehi, ini mesti diklarifikasi karena tidak berdasar.

Sehingga kejayaan kerajaan-kerajaan Nusantara terdahulu sengaja “dihilangkan”, seolah tidak ada peradaban. Ini penyebab hilangnya sejarah kita sebelum tahun itu.

Bahwa tahun 78 Masehi itu adalah saat leluhur Nusantara menaklukan Raja Salivahana di India Selatan oleh kaum yang bernama Çakya/Sakya/Sakkas/Schytia/Ras Arya. Kaum penakluk itu adalah leluhur bangsa Nusantara.

Santo Saba Piliang Penulis dan Pemerhati sejarah Nusantara, Pegiat True Back History Demi Kejayaan Nusantara Indonesia /Tangkapan layar

Penelitian terbaru terhadap upaya pencarian awal penanggalan Saka oleh Achmad Chodjim. Penggalian berdasar kitab Paramayoga, Centhini, Pranitiradya, Pustaka Wedha Sasangka.

Menurut Danny Hilman Natawidjaja yang juga pemateri, ada kejanggalan tahun saka dengan letusan Krakatau. Sebelumnya krakatau tingginya hampir 1000 meter di atas permukaan laut,”ujarnya. 

Potensi wisata yang luar biasa akan ikut tersibak, Nusantara khususnya Indonesia akan menjadi magnet dan akan didatangi para wisatawan. 

Antusias para peserta diskusi begitu tinggi sehingga pihak penyelenggara harus melanjutkan program; Nusantara Bangkit Jelajah Negeriku Jalan-jalan ala ASATI Benar Sejarahnya Beda Wisatanya itu ke sesi berikutnya.

TONTON JUGA VIDEO WEBINAR ASATI TERSEBUT DI SINI.

(su/kpn)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to content