February 25, 2024

BEM SI: Mahasiswa akan kawal terus hingga Jokowi selesai 2024
Presiden Joko Widodo (kanan) dan mahasiswa unjuk rasa menentang penundaan Pemilu. /Kolase Foto: Suaraumat.com/Kun


JAKARTA, SUARAUMAT.com –
Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyatakan akan terus menyuarakan penolakannya terhadap wacana perpanjangan masa jabatan presiden. Isu ini akan terus dikawal hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) benar-benar lengser dari jabatannya pada 2024.

Melki Sedek Huang, Koordinator Sosial Politik BEM Universitas Indonesia/UI kepada media, Kamis (21/4/2022) mengatakan, “prinsipnya mahasiswa akan terus mengawal, akan terus bersuara hingga Presiden Jokowi betul-betul selesai di 2024, Pemilu betul-betul tidak ditunda, Presiden Jokowi betul-betul tidak tiga periode”.

Baca juga: Amien Rais Nilai Kepemimpinan Jokowi Mengarah pada Demokrasi Palsu

Kamis (21/4) mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI kembali berdemonstrasi di depan gedung DPR dan di patung kuda, dekat Istana Negara. Penolakan wacana perpanjangan masa jabatan presiden masih menjadi salah satu tuntutan utama.

Meski Presiden Jokowi dan DPR sudah memastikan Pemilu 2024 akan digelar sesuai jadwal, mahasiswa masih merasa wacana penundaan Pemilu masih berlangsung. Sebab, bercermin dari pengalaman selama ini, mahasiswa khawatir Presiden Jokowi dan DPR tidak menepati janji.

Namun demikian Melki mengaku khawatir karena menurutnya beberapa kali kecewa dengan tindakan pemerintah yang penuh dengan ketidakpastian dan ambiguitas.

Apalagi wacana penundaan Pemilu justru datang dari orang-orang terdekat Presiden Jokowi sendiri. Isu ini pernah disampaikan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Selain itu, isu ini juga dilontarkan sejumlah ketua umum partai politik pendukung Jokowi yang dapat memobilisasi anggotanya di DPR untuk melakukan amandemen konstitusi.

Mulai dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, hingga Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian) angkat bicara soal wacana perpanjangan masa jabatan presiden.

“Sehingga, kita akan terus kawal dan suarakan (penolakan) hingga tercapai tuntutannya,” ujar Melki tegas.

Baca juga: Gemakan Ganjar Capres 2024, Srikandi Ganjar DIY: Dia Berprestasi dan Pro Perempuan

Sebelumnya, mahasiswa juga sempat menyatakan penolakannya terhadap wacana perpanjangan masa jabatan Presiden saat unjuk rasa di depan Gedung DPR, 11 April lalu.

Saat itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang menemui mahasiswa menegaskan DPR tidak akan mengubah konstitusi untuk mengubah jadwal pemilihan umum atau memperpanjang masa jabatan presiden menjadi tiga periode. 

Menjelang demonstrasi besar-besaran itu, Presiden Jokowi juga telah menyuarakan bahwa pemilihan umum tidak akan ditunda dan akan diadakan pada 14 Februari 2024.

Penulis: Kun II Editor: Kun

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to content