February 25, 2024

Refleksi Idul Fitri, PNIB: Saatnya Indonesia Berthoharoh dari Radikalisme Khilafah Terorisme FPI HTI NII PKS
PNIB menentang keras kelompok radikal teroris dan khilafah. (Dok. PNIB) 

SUARAUMAT.com – Syawal sudah memasuki hari ke-7, sebagian besar pemudik telah kembali ke tempat perantauan masing-masing setelah mudik ke daerah asalnya merayakan Idulfitri bersama dengan orang-orang terkasihnya, untuk bersama-sama menjadi fitri dan suci setelah sebulan penuh berpuasa merayakan hari kemenangan Idulfitri.

Redaksi berkesempatan mewawancarai AR. Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), Ketua Umum PNIB (Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu), sebuah ormas lintas suku, budaya, dan agama, yang getol dan gigih dalam militansi mereka menentang anasir-anasir radikalisme khilafah dan terorisme di Indonesia.

Berikut petikan wawancara redaksi dengan Gus Wal..!

Wartawan: Gus, boleh sedikit diceritakan saat ini PNIB sejauh mana pandangannya terhadap propaganda yang terus dilakukan secara terselubung oleh kelompok-kelompok radikal di Indonesia?

Gus Wal: “Kita tentu belum lupa jika selama sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan banyak sekali ulah dan propaganda dari para pengasong khilafah radikalisme terorisme FPI, HTI, NII dll., yang notabene sudah dilarang keberadaannya, beserta dengan segala aktivitas gerakan, programnya beserta penggunaan atributnya, namun seolah tiada henti kelompok-kelompok public enemy tersebut membuat gaduh, rusuh dan propaganda-propaganda lainnya tanpa kenal lelah.”

“Mulai dari pendirian posko-posko-nya di beberapa daerah, hingga propaganda konyol dan ilusinya ingin menegakkan khilafah dan syariat Islam.”

Wartawan: Jadi sesungguhnya apa yang mereka lakukan selama ini, apakah hanya ilusi mereka saja?

Gus Wal: “Penting untuk kita kembali mengingat sejarah, bahwa bangsa Indonesia sejak awal berdirinya, sejak merdeka ataupun bahkan sejak zaman pergerakan nasional menuju kemerdekaan bangsa Indonesia adalah bangsa kesepakatan.”

Tanpa perlu diteriakkan notabene sejak merdeka syariat Islam sudah berdiri tegak di Indonesia, bisa kita rasakan dan nikmati sampai detik ini dimana Umat Islam Indonesia selalu bisa menjalankan ibadahnya, syarat rukun iman Islamnya di mana pun dan kapan pun, tanpa pandang bulu.”

“Di mana pun daerah dan lokasinya kita mudah menemukan masjid, surau ataupun mushola untuk beribadah.”

“Dari hal itu kita harusnya bersyukur bahwasanya Negara sudah melindungi dan menjamin kita untuk beribadah menjalankan syariat Islam kapanpun dan di mana pun tanpa ada batasannya.”

Wartawan: Bagaimana semestinya umat Islam di Indonesia sekarang?

Gus Wal: “Bersyukurlah kita hidup di Indonesia, selalu aman dan nikmat menjalankan ibadah kepada Alloh SWT., di mana pun dan kapan pun, karena Negara sudah menjaminnya. Syariat Islam di Indonesia adalah menjalankan ibadah dengan khusyu’, bukan dengan propaganda dan mempolitisasi syariat Islam hanya demi kepentingan dan diperdagangkan.”

“Saat ini yang paling pokok dan paling penting adalah bagaimana Indonesia berthoharoh dari para kuman dan virus radikalisme khilafah terorisme HTI, FPI, NII, yang sudah akut di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat berbangsa bernegara, bahkan sudah banyak memasuki lingkungan birokrasi pemerintahan baik pusat, wilayah maupun daerah, lembaga-lembaga negara, kementerian-kementerian, BUMN/BUMD dan bahkan menyusup ke TNI POLRI.”

“Seharusnya Indonesia berthoharoh dari kuman virus radikalisme khilafah terorisme HTI, FPI, NII, bukan kembali berhalusinasi dan berilusi tentang khilafah & syariah.”

Wartawan: Jadi kelompok-kelompok yang meneriakan khilafah syariah itu sesungguhnya tak paham, ya?

Gus Wal: “Para pengasong yang jualan khilafah dan syariah bisa jadi tak pernah menjalankan ibadah, syarat dan rukun Islam di Indonesia, atau mereka memang tak bisa bersyukur.”

Wartawan: Apa tadi namanya, berthoharoh?

Gus Wal: “INDONESIA BERTHOHAROH dari kuman virus radikalisme khilafah terorisme sangat mutlak perlu dilakukan, demi keselamatan rakyat Indonesia, dan demi keutuhan dan keselamatan bangsa.”

“Negara harus menang dan Negara tidak boleh kalah. Indonesia berthoharoh kembali berjaya aman makmur damai selain dengan menindak tegas radikalisme khilafah terorisme HTI, FPI, NII juga membersihkan ASN maupun tenaga honorer di pemerintahan dari pusat sampai kelurahan di lembaga negara, Kementerian, BUMN/BUMD, TNI dan POLRI.”

“Selain itu juga perlu membubarkan partai-partai yang selama ini sangat getol mendukung tindakan terorisme khilafah radikalisme baik dari segi pendanaan maupun dari segi mental dan program-program partai tersebut.”

Wartawan: Partai mana Gus?

Gus Wal: “Sampai detik ini hanya PKS yang sejak dulu mengikrarkan dirinya sebagai Ikhwanul Muslimin, sebuah organisasi terlarang di seluruh dunia karena bagian dari gerakan terorisme radikalisme khilafah.”

Wartawan: Jadi semestinya bagaimana Gus?

Gus Wal: “Sangat penting bagi Negara untuk segera membubarkan PKS jika tak ingin radikalisme khilafah terorisme bertambah kuat dan besar bahkan bisa menjadi the New DI/TII dan PKI jika Negara membiarkan PKS terus eksis dan menaungi dan mem-backup segala bentuk gerakan program maupun kegiatan kelompok-kelompok radikalisme khilafah terorisme HTI, FPI.” #BubarkanPKS!

Gus Wal menutup wawancara dengan pesan:

“Seluruh Negeri, mari kita perkuat Nasionalisme Kebangsaan Agama dan Budaya (NASAB) untuk menjaga Indonesia tetap jaya, rukun aman makmur damai.”***

BACA JUGA: Khilafah Hizbut Tahrir Indonesia dan Organisasi Teror Picu Lahirnya Perbudakan, Diskriminasi dan Hilangnya HAM

BACA JUGA: Wajah Eksotik Anak-anak Pemilik Tana Humba

[red/sintesanews]

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to content