February 29, 2024

Bara di PKB, Cak Imin Vs Yenny Wahid, perseteruan baru kembali buka luka lama
[Kolase foto: Suaraumat.com/Konradus Fedhu]


Konradus Fedhu – SuaraumatNews

JAKARTA, SUARAUMAT.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar kembali berseteru dengan putri kedua Gus Dur, Zaanuba Arifah Chafsoh atau akrab disapa Yenny Wahid. 

Keduanya saling serang soal kepemilikan PKB, elektabilitas jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, hingga ketegangan PKB dengan Nahdlatul Ulama (NU). 

Keributan di antara keduanya mau tak mau membuka luka lama konflik antara keponakan dengan putri presiden ke-4 Republik Indonesia itu.

Awal mula seteru

Kegaduhan ini bermula dari pernyataan Yenny yang menyebut bahwa dirinya tidak lagi menjadi bagian dari PKB yang kini dipimpin oleh Muhaimin. Yenny mengatakan, dirinya bagian dari PKB Gus Dur. 

“Saya PKB Gus Dur, bukan PKB Cak Imin,” kata Yenny usai menghadiri acara di Kampus IPDN, Jatinangor, Jawa Barat, Rabu (22/6/2022), mengutip Kompas TV, Kamis (23/6/2022).

Tak hanya itu, Yenny juga menyinggung minimnya elektabilitas Muhaimin. Dia bilang, politisi yang elektabilitasnya rendah hendaknya tak memaksakan diri untuk maju pada Pemilu Presiden 2024. 

“Kita mengimbau politisi yang surveinya enggak terlalu ngangkat enggak usah terlalu ngotot (maju pada pilpres),” ujarnya. 

Terakhir, Yenny juga menyinggung ketegangan hubungan Muhaimin dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf. 

Yeni mengatakan, seharusnya pimpinan PKB tak boleh berseberangan dengan warga Nahdliyin.  

“Saya rasa yang paling utama, Ketua Umum PKB itu tidak boleh kemudian mengambil posisi berseberangan dengan NU, kasihan umat di bawah,” katanya.

Cak Imin geram

Mendengar pernyataan Yenny itu, Muhaimin pun berang. Pria yang pernah menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi periode 2009-2014 tersebut melakukan serangan balik dan menyebut Yenny bukan bagian dari PKB. 

“Yenny itu bukan PKB,” kata Muhaimin melalui akun Twitter resminya, @cakimiNOW, Rabu (23/6/2022). Dikutip Kompas.com. 

Tak hanya itu, pria yang karier politiknya dimulai bersamaan lahirnya Era Reformasi ini bahkan menyinggung partai yang pernah dibentuk Yenny yang kemudian tak lolos menjadi peserta pemilu. 

Muhaimin juga mengatakan, Yenny beberapa kali menyerang PKB meskipun tak berdampak apa-apa.

“Bikin partai sendiri aja gagal lolos. Beberapa kali pemilu nyerang PKB nggak ngaruh, PKB malah naik terus suaranya,” ucap Muhaimin. 

“Jadi ngapain ikut-ikut ngatur PKB, hidupin aja partaimu yang gagal itu. PKB sudah aman nyaman kok,” lanjutnya.

Luka lama

Soal “PKB Gus Dur dan PKB Cak Imin” yang disebutkan Yenny awalnya merupakan konflik lama di dalam PKB yang melibatkan Gus Dur, Cak Imin, termasuk Yenny Wahid.

Kekisruhan dimulai pada 2005, ketika Cak Imin terpilih sebagai ketua umum baru PKB melalui muktamar. Sementara itu, Gus Dur diangkat menjadi Ketua Dewan Syura PKB. Struktur ini melahirkan dua kubu di dalam PKB, yaitu kubu Gus Dur dan kubu Muhaimin.

Menjelang pemilihan umum 2009, tepatnya pada Mei 2008, masing-masing kubu menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB). MLB ini menghasilkan struktur kepartaian yang berbeda satu sama lain.

Singkat cerita, konflik dualisme PKB ini dibawa ke pengadilan, bahkan sampai ke tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA).

18 Juli 2008, Mahkamah Agung dalam putusan kasasinya No. 441/kasus kasasi/Pdt/2008 memutuskan bahwa susunan kepengurusan PKB dikembalikan kepada hasil Muktamar Semarang 2005. Artinya, posisi Muhaimin sebagai Ketua Umum PKB diperkuat, sedangkan Gus Dur dikukuhkan sebagai Ketua Umum Dewan Syura.

Dua bulan sebelum putusan pengadilan itu dikeluarkan persisnya pada 14 April 2008, Muhaimin memecat Yenny Wahid yang saat itu menjabat Sekretaris Jenderal atau Sekjen PKB. Kubu Cak Imin mengeklaim pemecatan tersebut berdasarkan laporan dari tim investigasi ​​DPP PKB yang menyatakan bahwa Yenny terbukti melakukan tindakan indisipliner dan tindakan yang mengancam keutuhan partai.

Yenny membentuk partai

Soal pemecatan dirinya, Yenny Wahid mengaku cuek. Namun, empat tahun setelah konflik, Yenny membentuk partai baru bernama Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB). 

Partai tersebut dideklarasikan pada 12 Juli 2012. Yenny juga diangkat sebagai ketua umum. Namun, jelang pemilu 2014, partai yang dipimpin Yenny itu gagal lolos sebagai peserta pemilu.

Akibat kegagalan itu, Yenny melarang kader partainya pindah ke PKB. Kejadian ini kemudian disebut-sebut Cak Imin sebagai partai gagal bentukan Yenny.

Elektabilitas dan ketegangan dengan PBNU

Hal lain yang disebutkan Yenny adalah elektabilitas Muhaimin. Memang, menurut survei sejumlah lembaga, elektabilitas Cak Imin tertahan di kisaran 1 persen. Sementara itu, Imin sudah lama ingin mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2024.

PKB bahkan sudah mewacanakan koalisi dengan sejumlah partai seperti Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Namun begitu, baru-baru ini Cak Imin diterpa kabar kerenggangan dengan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.

Yenny pun menyinggung soal ini. Kerenggangan itu bermula dari pernyataan Yahya bahwa PBNU seharusnya tidak menjadi alat politik partai.

Menanggapi hal tersebut, kata Muhaimin, pernyataan Yahya tidak berdampak pada 13 juta pemilih setia PKB.

Yahya sendiri membantah hubungannya dengan PKB renggang. Dia memang meminta parpol tidak menggunakan NU sebagai senjata kompetisi politik. Namun, Yahya menegaskan larangan itu berlaku untuk semua parpol.

“Jadi NU itu seluruh bangsa dan ndak boleh digunakan sebagai senjata untuk kompetisi politik. Karena kalau kita biarkan terus-terus begini, ini tidak sehat,” katanya di Kantor PBNU, Jakarta, Senin (23/5/2022).

(kn/sum)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to content