February 23, 2024

Wanita Arab Saudi potong rambut mereka sangat pendek, buah reformasi sosial MBS mulai dinikmati
Wanita Arab Saudi kini tak lagi diwajibkan memakai hijab. (Foto: Fayez Nureldine/AFP)

Konradus Pedhu – SuaraumatNews

RIYADH, ARAB SAUDI, SUARAUMAT.com – Tidak lagi wajib berhijab, kini banyak wanita di Negara kaya minyak Arab Saudi yang memotong rambut mereka dengan gaya boyish. Gaya rambut yang sangat pendek menjadi sangat populer di negara ini.

Seorang wanita bernama Safi yang bekerja sebagai dokter di sebuah rumah sakit di Kota Riyadh juga memotong pendek rambutnya setelah dia dibebaskan dari jilbab dalam reformasi sosial yang didukung oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) Pemimpin muda Arab Saudi.

“Orang suka melihat feminitas dalam penampilan wanita,” kata Safi.

“Gaya ini seperti perisai yang melindungi saya dari orang-orang (jahat) dan memberi saya kekuatan,” katanya menambahkan.

Banyak wanita Arab Saudi yang merasa bahwa rambut pendek membuat segalanya lebih praktis dan nyaman saat beraktivitas. Selain itu, rambut pendek dianggap sebagai simbol kekuatan dan kebebasan hak wanita untuk memilih.

“Rambut pendek adalah pertunjukkan kekuatan wanita,” kata Nouf wanita yang bekerja di sebuah toko kosmetik di Riyadh.

Selain itu, wanita di Arab Saudi juga diperbolehkan menonton pertandingan olahraga dan konser musik. Sebelumnya, pada 2018 wanita juga diperbolehkan mengemudi.

Wanita Arab Saudi juga dilonggarkan untuk bepergian ke luar negeri tanpa harus ditemani atau didampingi pria. Semakin banyak juga wanita yang bekerja untuk membantu membangun ekonomi Arab Saudi.
Wanita Arab Saudi potong rambut mereka sangat pendek, buah reformasi sosial MBS mulai dinikmati
Mohammed bin Salman ditunjuk jadi Putra Mahkota Arab Saudi. (Foto: Hassan Ammar/AP)

Pencabutan persyaratan jilbab hanyalah salah satu dari banyak perubahan yang telah menata ulang kehidupan sehari-hari bagi wanita Arab Saudi di bawah kepemimpinan Pangeran Mohammed bis Salman, yang dinobatkan sebagai pewaris ayahnya yang berusia 86 tahun, Raja Salman, lima tahun lalu.


Rencana itu awalnya meminta wanita Arab Saudi untuk menyumbang 30 persen dari angkatan kerja pada akhir dekade ini, tetapi angka itu telah mencapai 36 persen, Asisten Menteri Pariwisata Putri Haifa Al-Saud mengatakan kepada Forum Ekonomi Dunia di Davos bulan lalu.

“Kami melihat perempuan hari ini di setiap jenis pekerjaan,” kata Putri Haifa, mencatat bahwa 42 persen usaha kecil dan menengah dimiliki oleh perempuan.

Arab Saudi tergabung dalam Komisi PBB tentang status perempuan yang mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, dengan masa jabatan empat tahun mulai April 2017.
(kn/sum)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to content