Garda depan Gerakan melawan khilafah, PNIB Imbau Masjid jangan undang UAS, Bachtiar Nasir & dai provokator penyebar politik identitas
PNIB konsisten menolak dan melawan khilafah, keutuhan Indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara di atas segalanya demi anak cucu. [Foto: Dok. Istimewa]


Konrad Kun – SuaraumatBerita

SUARAUMAT.com – Ketua Umum PNIB (Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu) AR. Waluyo Wasis Nugroho mengatakan betapa berbahayanya para penceramah atau dai yang mengusung khilafah, radikalisme, mendukung terorisme, menghasut melawan pemerintahan yang sah, dan menyuarakan politik identitas.

Pria yang akrab disapa Gus Wal itu tanpa tedeng aling-aling menyebut UAS, Bachtiar Nasir, Sugik Nur, Novel Bamukmin, dan sebagainya, eks FPI, HTI, NII, PA212. “Mereka adalah para provokator berbalut agama,” ujarnya.

Menurut pemilik rambut gondrong ini, para penceramah tersebut menjalankan aksi propaganda dan provokasi mereka sejak lama sehingga sampai saat ini terbentuk apa yang dikenal sebagai politik identitas.

Selain itu setiap menjalankan aksi, ungkap Gus Wal, mereka selalu membalutnya dengan simbol-simbol agama yang membius banyak orang untuk membenci kelompok yang menentangnya, dengan kata lain mereka memainkan isu SARA.

Lebih jauh Gus Wal mengatakan, sesungguhnya apa yang dilakukan para provokator itu menjadi ancaman terbesar bagi persatuan dan kesatuan serta keutuhan bangsa Indonesia saat ini maupun ke depannya.

“Politik identitas, dai provokator, khilafah radikalisme terorisme dan bahaya laten FPI, HTI, NII, khilafatul muslimin, adalah ancaman terbesar bangsa Indonesia,” ujar Gus Wal dalam keterangan tertulisnya yang diterima Suaraumat.com, Minggu (26/6).

Sebagai garda terdepan melawan dengan menolak keras khilafah dan antek-anteknya, Gus Wal dan PNIB selalu mengajak masyarakat yang peduli dengan kelangsungan bangsa ke depannya, untuk tidak tinggal diam terhadap ancaman bahaya yang sangat amat nyata ini.

“Tolak dan lawan tanpa kompromi terhadap mereka dengan menggemakan dan membumikan Pancasila dan gelorakan merah putih ke semua lapisan anak bangsa di seluruh penjuru negeri,” ujar Gus Wal menegaskan kembali komitmen PNIB melawan khilafah dan para pendukungnya.

Lebih gamblang Gus Wal para anggota PNIB di mana pun berada menolak para dai yang suka dengan narasi-narasi pemecah belah anak bangsa.

“Oleh karena itu, kami PNIB menolak kedatangan UAS di Jombang untuk berceramah Idul Adha. Jika UAS masih nekat datang, PNIB akan bersiap mengusir UAS dari lokasi acara tersebut,” tegas Gus Wal.

Garda depan Gerakan melawan khilafah, PNIB Imbau Masjid jangan undang UAS, Bachtiar Nasir & dai provokator penyebar politik identitas
Tetap gasspool lawan dan tolak khilafah di bumi Indonesia, PNIB bersama rakyat, [Foto: Istimewa]


Gus Wal juga mengemukakan bahwa aktivitas kelompok propaganda dan pengasong khilafah harus betul-betul dilawan dengan sekuat tenaga oleh masyarakat yang memahami Pancasila seutuhnya.

“Bahkan jangan undang para dai provokator untuk berceramah di mana pun dan kapan pun. Jika terlanjur diundang, tolak mereka. Karena mereka hanya pengasong khilafah radikalisme terorisme,” imbuhnya.

“Sudah sangat jelas, PNIB telah menentukan sikap tegas menolak apa pun bentuk upaya memecah-belah dengan menolak keras apa pun bentuk usaha-usaha khilafah yang dilakukan oleh siapa pun. Bersama kita bangkitkan gemakan kembali Nasionalisme dan Kebangsaan yang merupakan masa depan bangsa,” ujar Gus Wal lagi.

Seperti biasa, Gus Wal selalu berpesan, “Jaga Kampung Desa dari para dai provokator, penyebar paham atau ideologi transnasional khilafah radikalisme, terorisme dan bahaya laten khilafatul muslimin, FPI, HTI, NII”.

“Jaga Bangsa, Bela Negara, Lestarikan Pancasila, Merawat Tradisi Budaya Nusantara,” pungkas Gus Wal.

(sum/kn)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Skip to content