February 26, 2024

Dapat dana segar, Startup Populix siap ekspansi Asia Tenggara
Para Pendiri Startup Populix. [Dok. Ist.]

Konradus Fedhu – SuaraumatNews

JAKARTA, SUARAUMAT.com – Startup riset berbasis digital Populix baru-baru ini mendapatkan investasi sebesar 7,7 juta dollar AS (setara Rp114 miliar) dalam putaran pendanaan Seri A. Pendanaan tersebut dipimpin oleh Intudo Ventures dan Acrew Capital dengan partisipasi dari Altos Ventures dan Quest Ventures.

Perusahaan akan menggunakan dana tersebut untuk merekrut lebih banyak talenta di bidang teknologi dan produk, mengembangkan kapasitas sumber daya manusia, dan memperluas pasar. Pada tahun 2023, Populix akan memperluas jangkauan regionalnya ke negara-negara tetangga di Asia Tenggara. 

“Kami akan terus berupa mendigitalisasi seluruh proses pengumpulan data, mengoptimasi fitur yang sudah tersedia, meluncurkan layanan-layanan baru, perluas pasar, dan meningkatkan kapasitas talenta SDM,” ujar Co-Founder dan CEO Populix, Timothy Astandu dalam keterangannya, Senin (27/6).

Rekam jejak Populix

Dapat dana segar, Startup Populix siap ekspansi Asia Tenggara


Didirikan pada Januari 2018, Populix menggunakan teknologi untuk membentuk platform penelitian komprehensif guna menganalisis pasar, memahami kebutuhan pelanggan, uji coba produk, studi UI/UX, pelacak kesehatan merek, dan sebagainya.

Sejak tahun 2020 hingga sekarang, Populix telah membantu lebih dari 1.500 klien; mulai dari yang masuk dalam Fortune Global 500, perusahaan lokal, pemerintah, UMKM, akademisi, hingga individu. Meski tidak merinci nilainya, Populix mengklaim telah mencatatkan pertumbuhan pendapatan 3 kali lipat dalam setahun terakhir.

Populix memiliki lebih dari 300.000 basis responden yang tersebar di 300 kota dan kabupaten di Indonesia. Untuk memastikan kualitas para responden tersebut, Populix melakukan skrining secara berkala untuk terus memahami preferensi, kebiasaan, dan pendapat responden. Populix juga memiliki sistem PopScore yang menilai tingkat kejujuran dan keaktifan setiap responden.

Dalam perjalanannya, Populix juga telah mengembangkan lini produk B2C (business-to-consumer) melalui Poplite, sebuah layanan self-survey berbasis Software as a Service (SaaS) yang memungkinkan siapa saja untuk melakukan riset dengan cepat dan dengan harga yang terjangkau.

Untuk produk datasets, Populix berniat memperkuat kumpulan data lewat peluncuran laporan khusus generasi milenial dan menyertakan profil responden dengan lebih spesifik di kuartal keempat 2022. Beberapa perincian profil, yakni: data pekerjaan, pemilik kendaraan, dan sebagainya.

Pada 2021, Populix telah memperkenalkan PopVoice: Gen Z yang berisi ribuan data komprehensif seputar pola konsumsi, perilaku online, gaya hidup, tren, hingga opini para Gen Z sebagai generasi konsumen masa depan.

“Saat ini, orang tidak dapat hanya bergantung pada naluri untuk menjalankan bisnisnya. Sebanyak 45% klien kami menyatakan Populix merupakan pengalaman pertama mereka menggunakan layanan riset. Hal ini menunjukkan bahwa Populix telah membantu banyak bisnis untuk lebih memahami konsumen,” ujar Timothy.

(sum/fortuneidn)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to content