March 5, 2024

Gus Wal: Muda mudi sebut Nabi Muhammad pemabuk, Perlu segera dibina agar menjadi manusia yang penuh toleransi dan berjiwa Pancasila

Kun Konrad – SuaraumatNews

SUARAUMAT.com – Video muda mudi pesta miras dan menghina Nabi Muhammad viral di media sosial.

Video tersebut diunggah Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni melalui akun Instagram miliknya, Selasa (28/6/2022) malam, beberapa saat lalu.

Dalam video itu, terlihat sejumlah muda mudi menggelar pesta miras di sebuah ruangan.

Tampak dalam video itu, para muda mudi tersebut tertawa-tawa  karena efek miras yang dikonsumsinya.

Yang cukup membuat resah adalah seorang pemudi di akhir video berdurasi 15 detik tersebut menyebut Nabi Muhammad seorang pemabuk.

“Hei, Nabi Muhammad juga mabok,” ucap pemudi yang mengenakan kaos krem itu sambil membenturkan gelas dan botol miras.

Suaraumat.com menghubungi Gus Wal yang juga Ketua Umum PNIB untuk meminta tanggapannya. 

Gus, apa pendapat Anda soal viral video muda mudi yang diduga menghina Nabi Muhammad?

Menyikapi hal tersebut, saya Ketua Umum PNIB Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu, AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) menyesalkan sikap muda mudi itu. Generasi muda kita sangat darurat dan sangat perlu dibina, diarahkan untuk menjadi manusia Indonesia yang beragama, berjiwa Pancasila dan moderat serta mempunyai jiwa dan sikap toleransi, agar tidak terbawa arus yang merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Apa saran Gus Wal selanjutnya sebagai efek jera bagi para pelaku di video tersebut?

Kita meminta kepada aparat penegak hukum yakni kepolisian untuk segera mengusut video tersebut karena akan sangat memicu keresahan umat Islam dan dikhawatirkan akan menimbulkan sentimen ataupun sara kembali menguat.

Pemuda pemudi tersebut sangat perlu dibina dan diarahkan agar bisa merubah sikap dan kepribadianya, akhlak serta moralnya.

Hal apa saja yang menurut Gus Wal sesuatu yang darurat di Negeri ini selain darurat khilafah dan politik identitas?

Selain darurat khilafah, radikalisme, terorisme, politik identitas, dai provokator dan bahaya laten FPI, HTI, NII, Khilafatul muslimin, bangsa kita terutama generasi muda mudi juga dalam bahaya darurat narkoba, miras, moral dan krisis terhadap penghayatan dan pengamalan Pancasila.

Untuk itu saya meminta kepada aparat penegak hukum yakni kepolisian untuk segera mengusut para pemuda pemudi dalam video tersebut untuk kemudian segera dibina dan diarahkan ke dalam sebuah camp atau di dinas sosial untuk dibina agama, moral, akhlak dan jiwa Pancasila -nya.

Apakah perlu para pembuat onar di masyarakat dengan memakai sara, dibina secara khusus oleh lembaga tertentu, apa pendapat Gus Wal?

Mengingat sering kita jumpai unggahan-unggahan serupa yang menghina para nabi dan agama-agama yang sah diakui di Indonesia, maka sudah semestinya pemerintah dan aparat penegak hukum membuat sebuah lembaga penyadaran bagi mereka yang bersikap dan berbuat sara, untuk selanjutnya dibina dan diarahkan sesuai dengan agama dan keyakinanya masing masing, agar kembali sadar sebagai manusia-manusia Indonesia yang berjiwa Pancasila, menjunjung tinggi toleransi beragama, dan menghormati antarumat beragama.

Apa poin terpenting dari kasus video viral muda mudi yang diduga menghina Nabi Muhammad? Apakah harus dihukum seberat-beratnya?

Gus Wal: Muda mudi sebut Nabi Muhammad pemabuk, Perlu segera dibina agar menjadi manusia yang penuh toleransi dan berjiwa Pancasila

Kita tidak serta menyalahkan apa yang diperbuat oleh para muda mudi dalam video tersebut dengan menghukum mereka dengan perdata dan pidana, yang lebih penting adalah bagaimana membina dan mengarahkan mereka agar kembali menjadi manusia-manusia Indonesia yang penuh toleransi, berjiwa Pancasila dan saling hormat menghormati antarsesama umat beragama.


Tingkah laku muda mudi yang semakin di luar nalar dengan melakukan hal-hal yang melanggar hukum, apakah ini terkait dengan ajaran-ajaran yang menghasut dan membenci kepada mereka yang berbeda?

Inilah efek domino terlalu akutnya paham ideologi transnasional, khilafah radikalisme terorisme, para dai provokator dan bahaya laten FPI, HTI, NII, Khilafatul muslimin masih sering dibiarkan begitu saja, jadinya ya begini ini umat dan rakyat jadi enggan dan takut untuk mendekat kepada ulama’ ulama’ asli yang senantiasa berdakwah dengan santun dan mengajarkan Islam yang sebenar-benarnya seperti Rasulullah Nabi Muhammad SAW lemah lembut penuh cinta kasih sayang kepada seluruh alam raya.

Apa langkah konkret yang harus dilakukan menurut Anda terkait mental anak-anak muda kita saat ini? 

Generasi muda kita sangat perlu dibina untuk menjadi manusia-manusia Indonesia yang moderat, penuh toleransi dan berjiwa Pancasila.

Mari kita perkuat dan kolaborasikan Nasionalisme Kebangsaan, Agama dan Budaya (Nasab) demi mewujudkan Indonesia Tanpa Koma, Indonesia yang harmoni dalam kebhinekaan dan berjiwa Pancasila.***
(sum/kn)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to content