February 29, 2024

PNIB UAS, Bachtiar Nasir dai pemecah belah umat Islam Indonesia, jangan kasih panggung
PNIB imbau masyarakat jangan kasih panggung buat UAS, Bachtiar Nasir dan para dai provokator lainnya pengusung ideologi khilafah yang mau menggantikan ideologi Pancasila. (Dok. Istimewa)

Penulis: Konrad Kun

SUARAUMAT.com – Semak-semak dibersihkan, ular berbisa keluar. Seperti terlihat ketika polisi baru-baru ini menangkap dan membubarkan ormas yang mengusung radikalisme terorisme khilafah bernama Khilafatul Muslimin, eh…, pembangun khilafah lainnya, seperti dai provokator Bachtiar Nasir bahkan mengeluarkan pernyataan tegas bahwa khilafah akan berdiri pada 2024.

Selain itu Ustaz Abdul Somad atau UAS juga kerap meneriakan khilafah-khilafah saat dirinya berceramah. Sudah banyak bukti video beredar di internet. 

Hal inilah bikin geram anak bangsa yang mencintai NKRI. Salah satunya Ketua Umum PNIB (Persatuan Pejuang Nusantara) AR. Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal. 

Ia pun merespons dengan mengatakan, UAS, Bachtiar Nasir dan para dai yang memecah belah umat Islam Indonesia tidak boleh diberi ruang dan panggung untuk menyebarkan dakwahnya.

“UAS dan Bachtiar Nasir mempropagandakan khilafah, agenda mereka ingin mendirikan khilafah di Indonesia,” kata Gus Wal.

Menurutnya, jangan pernah biarkan PKS HTI FPI NII atau siapa pun menggunakan ‘politik belah bambu’ dengan mendompleng nama besar Pendiri NU Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari untuk kepentingan pribadi, apalagi hanya demi mengangkat eksistensi seorang UAS yang nyata-nyata memang sejak dulu sebagai corong propaganda khilafah.

“Karena Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari adalah yang mencetuskan dan mendukung penuh Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, Pancasila sebagai “payung dan perekat” bangsa Indonesia yang majemuk ini,” terangnya.

Ia melanjutkan, sangat kontras dengan Ustaz Somad yang sejak dulu dikenal sebagai corong propoganda hti Khilafah. 

“Jadi, siapa pun itu mau PKS HTI FPI NII atau siapa pun itu termasuk Somad, Bachtiar Nasir dan lain-lain, jangan pernah gunakan politik belah bambu untuk merusak ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Wathoniyah dan ukhuwah Insaniyyah demi ambisi syahwat politik mereka yang berambisi mengubah Pancasila dengan khilafah,” tegas Gus Wal.

Sekali lagi Gus Wal menegaskan, UAS jangan pernah gunakan politik belah bambu dan menggunakan nama besar Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari demi kepentingannya mengkampanyekan khilafah dan mengubah Pancasila ideologi bangsa.

PNIB UAS, Bachtiar Nasir dai pemecah belah umat Islam Indonesia, jangan kasih panggung


“Selayaknya aparat penegak hukum harus berani mencekal UAS, Bachtiar Nasir dan semua dai provokator di seluruh Indonesia. Dan sudah selayaknya para dai provokator eks FPI HTI NII khilafatul muslimin ditangkap, diadili dan dihukum berat, karena mereka ini mabok ideologi khilafah, membahayakan Pancasila ideologi bangsa, merusak persatuan Indonesia, mengancam keselamatan rakyat dan bangsa Indonesia,” tutur Gus Wal.

Ungkap Gus Wal, kelompok ini memakai strategi culas, barbar nan licik untuk mem-brain wash kalangan umat Islam tradisional kultural dan Islam abangan. “Dengan pura-pura meneliti, menelaah dan membuat karya dalam disertasinya tentang Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari,” beber Gus Wal.

“Karena ia sadar betul teriak Khilafah melalui HTI sudah tidak bisa karena sudah dibubarkan dan dilarang keberadaannya, maka semua cara dia pakai untuk mempropagandakan khilafahnya,” pungkas Gus Wal.

Maka PNIB menolak UAS, Bachtiar Nasir dan dai provokator lain para pengasong khilafah radikalisme terorisme, pemecah belah umat Islam dan rakyat Indonesia.

“Jaga Kampung Desa dari para dai provokator, paham ideologi transnasiaonal khilafah radikalisme terorisme, politik identitas dan bahaya laten khilafatul muslimin, FPI HTI NII, jaga Bangsa, bela Negara, lestarikan Pancasila, merawat tradisi budaya Nusantara,” pesan Gus Wal menutup obrolan.

(sum/kn)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to content