March 5, 2024

 

SUARAUMAT.com – Pimpinan
Alzaytun Indonesia Prof. Dr (HC) Abdussalam Panji Gumilang, S.Sos, M.P
mendukung pernyataan Presiden Turki Erdogan yang meminta Masyarakat
Internasional (Negara Negara Anggota PBB), untuk mengakui kedaulatan TRNC atau
Republik Siprus Utara, yang telah hidup berbangsa dan bernegara sejak tahun
1974, saat berpisah dengan Republik Siprus, yang kini bernama Siprus Yunani di
bagian selatan Negara Pulau ini.

Lebih khusus Syaykh Alzaytun
Indonesia, menambahkan dukungannya dengan menghimbau kepada Negara Negara
Anggota OKI untuk mengakui kedaulatan Republik Siprus Utara, dengan berbagai
pertimbangan, yang utama adalah penduduk negara ini 100% muslim, dan telah
mampu menunjukkan keberhasilannya untuk menyelenggarakan Pemerintahan sejak
berpisah dariq Siprus pada tahun 1974. Waktu yang cukup lama (48 tahun) untuk
bisa bertahan sebagai sebuah negara tanpa pengakuan Kedaulatan, kecuali dari
Turki, yang hanya berjarak kurang dari 75 km dari Siprus Utara.

Adalah sangat memprihatinkan jika
OKI yang didirikan oleh Almarhum Raja Faisal Bin Abdul Aziz dan beranggotakan
57 Negara berdaulat yang juga Anggota PBB, hanya bersikap sebagai penonton
terhadap semua ketidak adilan yang menimpa Ummat Islam, khususnya di TRNC yang
juga menjadi Peninjau di OKI. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh OKI,
setidaknya melalui Perwakilannya di PBB, untuk mendukung apa yang di suarakan
oleh Presiden Turki Erdogan tersebut diatas. Banyak ketidak adilan yang terjadi
di dunia ini yang menyangkut Ummat Islam, misalnya apa yang terjadi dengan suku
Rongiya di Mianmar, yang melakukan gugatan ke Internaional Court of Justice
adalah Republik Gambia, yang dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama
negara, tanpa sama sekali campur tangan OKI. Ketidak pedulian OKI terhadap
Somaliland di Tanduk Afrika juga merupakan bukti bahwa Organisasi Masyarakat
Islam dunia ini, tidak mampu berkiprah, bahkan dalam kasus ini keperpihakannya
hanya kepada Somalia, yang diketahui syarat dengan permasalahan kekerasan dan
terorisme didalam negerinya.

Datuk MYR Agung Sidayu, ketua
Pengawas LKM- Masjid Rahmatan Lil Alamin dan juga Ketua Harian Partai Republik,
menambahkan bahwa respons positive Negara Negara anggota OKI sangat penting,
untuk menghindari berbagai kemungkinan meningkatnya ketegangan di kawasan ini,
setelah beberapa waktu yang lalu Amerika Serikat mencabut embargo senjata atas
Cyprus Turki, dan bermanouver dengan mengadakan latihan militer bersama.
Walaupun Amerika serikat saat ini bukan ancaman serius, tetapi Turki tidak akan
membiarkan penduduk TRNC yang 100% keturunan Turki terganggu, dan akan
melakukan manouver yang sama tentu memancing keterlibatan Russia dan negara
lainnya. Keamanan akan sangat terganggu mengingat lokasi Siprus sangat
berdekatan dengan Turki, Syria dan lebanon yang syarat dengan konflik.

Sejak konflik Siprus pada tahun
1974, Siprus utara  telah memproklamirkan
kemerdekaannya dan hidup dalam suasana damai serta demokratik dalam
penyelenggaraan pemerintahnya, dengan hanya satu pengakuan kedaulatan yakni
dari Turki. Namun dalam keterbatasannya selama 48 tahun, TRNC mampu
meningkatkan ekonomi rakyatnya dengan Turisme dan pendidikan tinggi sebagai
backboundnya. Banyak pilihan tourist destination dan Perguruan tinggi excellent
di negara kecil ini, bahkan rata rata mahasiswa asingnya berjumlah 70,000 –
100,000  dari berbagai negara termasuk
Eropa Barat.

Akhirnya Ketua Harian Partai
Republik mengatakan bahwa himbauan syaykh Alzaytun Indonesia sangat tepat
waktu. Karena solusi permanen konflik berkepanjangan di Pulau Siprus adalah
pengakuan kedaulatan atas Siprus Utara. OKI tidak harus tinggal diam dan PBB
harus lebih serius didalam upaya penyelesaian konflik di Pulau Siprus.

(GH/Sum)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to content