Renungan Religi: Zakheus, Tokoh Viral Pada Zamannya, Seorang Pemungut Cukai Bertubuh Pendek, Kaya Raya Hingga Pertobatannya. Tuhan Yesus Memanggil Zakheus.
Renungan Religi: Zakheus, Tokoh Viral Pada Zamannya, Seorang Pemungut Cukai Bertubuh Pendek, Kaya Raya Hingga Pertobatannya. Tuhan Yesus Memanggil Zakheus. [Foto: YouTube/BH Assembly of God Web]


S
UARAUMAT.com – Renungan Religi: Zakheus, Tokoh Viral Pada Zamannya, Seorang Pemungut Cukai Bertubuh Pendek, Kaya Raya Hingga Pertobatannya menjadi pengikut Tuhan Yesus

Zakheus merupakan salah satu tokoh yang terdapat dalam Alkitab. Nama Zakheus terkait erat dengan pohon ara dan kisah pertobatannya setelah bertemu Yesus. Kisah ini terdapat dalam Injil Lukas pasal 19.

Kota Yericho, sebuah kota tua yang dijuluki sebagai “Kota Pohon Palem” merupakan kota yang maju perekonomian pada zamannya.

Zakheus seorang kaya raya, bertubuh pendek dan agak gemuk, tinggal di kota tersebut. Jabatannya cukup tinggi, sebagai pemungut cukai atau sebutan zaman sekarang Kepala Kantor Bea Cukai.

Zakheus memang seorang pemungut cukai yang profesional. Bisa ditebak kekayaannya berasal dari mana.

Itulah yang menyebabkan orang-orang Yahudi merasa kesal, benci dan bermusuhan dengan para pemungut cukai saat itu.

Mereka dianggap penjilat orang asing, antek penjajah dan pemeras rakyat. Kaum Farisi dan ahli Taurat merasa jijik melihat pemungut cukai itu, karena mereka dikelompokkan sebagai para pendosa.

Namun Zakheus, si pendosa satu ini, agak unik. Dalam dirinya tersimpan hasrat yang besar untuk melihat dan mengetahui Guru Muda dari Nazaret.

Penginjil Lukas satu-satunya yang menulis kisah Zakheus ini menulis; “Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek” (Luk 19: 3).

Saking rasa penasarannya tinggi, ketika tahu Yesus berada di kotanya, ia segera lari mendahului rombongan YESUS dan naik ke pohon ara agar dapat melihat sosok Guru Muda yang terkenal berwibawa itu.

Bisa dibayangkan bagaimana orang kaya raya sekaliber Zakheus tanpa ada rasa malu memanjat pohon ara, hanya dengan tujuan mau melihat wajah Yesus! (Sampai sekarang pohon ara itu masih tumbuh di kota Yerikho dan disebut Pohon Zakheus).

Dua sisi sosok Zakheus

Zakheus dapat dilihat dari dua sisi. Di satu sisi dia sebagai simbol orang berdosa yang tidak mampu melihat TUHAN karena dosanya masih menina-bobokkan hidupnya.

Namun sisi lain dia juga bisa menjadi simbol seorang pendosa yang ingin sekali bertobat. Dan keinginan itu tidak berhenti pada hanya sekedar hasrat iseng saja, tetapi sangat diharapkan untuk berani mengambil langkah yang sesuai dan dengan penuh risiko dipermalukan banyak orang.

Dan benar saja, Tuhan memang melihat hati! Begitu Yesus mendekati dan lewat di bawah pohon ara itu, IA tengadah melihat ke atas sambil berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini AKU harus menumpang di rumahmu” (ayat 5).

Zakheus yang semula hanya ingin melihat dan menyaksikan wajah Yesus itu, ternyata malah mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar: Sekarang Yesus justru akan pergi ke rumahnya dan menumpang bermalam di sana.

Zakheus menyambut gembira kedatangan Tuhan Yesus ke rumahnya. Sebaliknya orang-orang Farisi dan orang Yahudi pada umumnya tidak senang dan setengah protes mendengar rencana Yesus itu: “IA menumpang di rumah orang berdosa” (ayat 7).

Mengapa Yesus mau bergaul sama orang jahat? Kenapa DIA tidak memarahinya, demikian kira-kira batin mereka bicara.

Hasrat Zakheus untuk melihat wajah Yesus sudah terpenuhi. Bahkan lebih dari itu, ia disapa dan Yesus sendiri dengan sejuk mengatakan bahwa IA akan bermalam di rumah-NYA.

Karena itu, Zakheus kini tidak sekedar ingin melihat saja, bahkan mau bertobat dan meninggalkan semua kebiasaan buruknya dalam bertugas.

Di depan Yesus, ia menyatakan pertobatannya itu dengan mengatakan bahwa setengah dari harta miliknya akan disumbangkan kepada orang-orang miskin.

Dan kepada mereka yang pernah dia peras, dia mau kembalikan sebagai ganti rugi seharga empat kali lipat!

Pertobatan sejati menuntut adanya usaha keras dan jerih payah untuk mematahkan belenggu-belenggu dosa.

Zakheus telah mengalahkan dirinya sendiri dengan nekad memanjat pohon ara dan mau mengubah hidupnya secara total.

Tuhan memanggil

Renungan Religi: Zakheus, Tokoh Viral Pada Zamannya, Seorang Pemungut Cukai Bertubuh Pendek, Kaya Raya Hingga Pertobatannya. Tuhan Yesus Memanggil Zakheus.
Renungan Religi: Zakheus, Tokoh Viral Pada Zamannya, Seorang Pemungut Cukai Bertubuh Pendek, Kaya Raya Hingga Pertobatannya. Tuhan Yesus Memanggil Zakheus. [Foto: YouTube/John Esther Christian Messages] 



Panggilan Tuhan untuk turun dari pohon ara melambangkan panggilan Tuhan untuk merendahkan hati dan perobatan total Zakheus terjadi setelah itu.

Melalui pendekatan belas kasih, dengan sapaan yang lembut, Yesus berhasil mempertobatkan Zakheus.

Benarlah tulisan Raja Salomo dalam Kitab Kebijaksanaan pada Bacaan Pertama: “ Sebab seperti sebutir debu dalam neraca, demikian seluruh jagat raya di hadapan-MU atau bagaikan setetes embun pagi yang jatuh ke bumi. Akan tetapi justru karena ENGKAU berkuasa akan segala sesuatu, maka semua orang KAU-kasihani, dan dosa manusia tidak KAU-perhatikan, supaya mereka bertobat” (Keb 1: 22, 23).

Pertobatan Zakheus selain ditandai dengan penyerahan separo dari hartanya untuk kaum miskin dan penggantian rugi senilai empat kali lipat, akhirnya dia juga akan meninggalkan profesinya dan mengikuti Yesus secara penuh.

Kemungkinan besar Zakheus adalah seorang yang baik. Tetapi karena ia terjebak dalam sistem birokrasi yang korup, maka ia pun menjadi korup.

Hal ini bisa terjadi pada setiap orang yang baik, mungkin juga pada diri kita sendiri.

Maka dari itu, Rasul Paulus dalam Bacaan Kedua menulis: “Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu supaya ALLAH kita menganggap kamu layak bagi panggilan-NYA dan dengan kekuatan-NYA menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu” (2Tes.1: 11).

Marilah kita meneladan Zakheus; bertobat dan melakukan tindakan nyata sebagai silih dosa. Zakheus telah mengembalikan apa yang pernah diambilnya secara tidak sah kepada pemilik-pemiliknya.

Lalu tindakan silih apa yang kita lakukan?

Ya Tuhan, ENGKAU mengenal hatiku. Aku kadang tidak mau melakukan sesuatu yang bertentangan dengan Kehendak-MU.

Namun aku lemah dan terpengaruh oleh sekitarku. Aku mohon kekuatan ROH-MU agar aku tidak ikut-ikutan. Aku ingin bertobat. Amin.

Selamat menyambut hari baru. Selamat merayakan Ekaristi Kudus. Selamat berhari Minggu. Berkat Tuhan Menyertai Saudara, Amin. ***

(PK/hr)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Skip to content