Kementerian ESDM: Pelibatan Masyarakat Sekitar, Kunci Pengembangan dan Pelestarian Geopark di Sawahlunto
Kementerian ESDM: Pelibatan Masyarakat Sekitar, Kunci Pengembangan dan Pelestarian Geopark di Sawahlunto. [Foto: Humas KemenESDM]

SUARAUMAT.com – Untuk kesekian kalinya, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) hadir memberikan pelatihan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitar tambang dan geopark sehingga masyarakat siap dan mampu untuk terlibat secara aktif dalam pelestarian dan pengelolaan geopark. 

Kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam pengembangan Geopark karena melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, maka pembagian peran dapat dilakukan untuk mencapai tujuan bersama.

Kepala BPSDM ESDM Prahoro Yulianto Nurtjahyo dalam sambutannya di acara Penutupan Workshop Pengembangan UMKM di sekitar wilayah tambang dan Geopark Nasional di Provinsi Sumatera Barat, Selasa (8/11) menyampaikan.

“Pelibatan masyarakat lokal dalam konservasi geopark merupakan salah satu faktor kunci dalam pengelolaan pengetahuan dan pelestarian geopark sebagai tempat wisata baru,” ujarnya.

“Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian ESDM bersama Dekranas hadir mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang profesional melalu berbagai program pendidikan dan pelatihan dalam rangka meningkatkan skill dan wawasan kepada para pelaku UMKM di sekitar tambang dan geopark,” tandasnya.

Lebih lanjut sebut Prahoro, dengan pelatihan diharapkan masyarakat siap dan mampu untuk terlibat secara aktif dalam pelestarian dan pengelolaan geopark serta mampu berkreasi dan berinovasi untuk menciptakan berbagai diversifikasi produk unggulan lokal yang akan ditawarkan kepada geoturisme baik domestik maupun mancanegara.

Kementerian ESDM: Pelibatan Masyarakat Sekitar, Kunci Pengembangan dan Pelestarian Geopark di Sawahlunto
Kementerian ESDM: Pelibatan Masyarakat Sekitar, Kunci Pengembangan dan Pelestarian Geopark di Sawahlunto. [Foto: Humas KemenESDM]


Menurut Prahoro, kolaborasi menjadi bagian yang sangat penting, karena melalui kolaborasi para pemangku kepentingan dapat duduk bersama membangun kesepahaman dan komitmen bersama, serta memiliki rasa tanggung jawab (sense of responsibility) dalam kelangsungan pembangunan wilayah Tambang dan Geopark.

“Melalui paradigma pembangunan inklusif, dapat mendorong tercapainya bentuk-bentuk kerja sama dalam proses pembangunan melalui upaya pelibatan masyarakat seutuhnya, dimana masyarakat lokal memiliki, mengelola dan mengendalikan secara substansial kegiatan pariwisata dan proporsi keuntungan yang besar tetap ada di masyarakat pelaku UMKM,” jelas Prahoro.

Di tempat yang sama, Walikota Sawahlunto Deri Asta mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian ESDM bekerja sama dengan Dekranas sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat Sawahlunto, khususnya UMKM yaitu Workshop Pengembangan UMKM di sekitar wilayah tambang dan Geopark Nasional di Provinsi Sumatera Barat.

Sawahlunto menjadi salah satu destinasi wisata di Sumatera Barat yang ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun domestik karena itu masyarakat Sumatera Barat dan Sawahlunto harus mempersiapkan oleh-oleh, cinderamata yang bisa dibeli oleh orang yang datang walaupun sekarang masih dalam pandemi kelak jika pandemi sudah hilang maka orang-orang akan berkunjung ke tempat kami berwisata.

“Kita harus mempersiapkan produk-produk kerjainan, produk-produk UMKM yang bisa dibeli oleh masyarakat, yang bisa dibeli oleh orang yang datang, yang bisa dibeli oleh turis sehingga menjadi cinderamata dan ini akan menjadi pengungkit ekonomi di Kota Sawalunto,” ujar Deri.

Ditambahkan Deri, produk-produk kerajinan yang dijual masyarakat harus terstandar, mereka harus berinovasi karena itu maka kegiatan pelatihan yang digagas Kementerian ESDM dan Dekranas kepada pengrajin anyaman bambu ini sangat bermanfaat.

“Kita di Sawahlunto sudah lama membuat anyaman bambu, membuat anyaman lidi, tetapi mungkin produksi kita masih perlu dilakukan pembenahan-pembenahan, dilakukan evaluasi, inovasi, perbaikan-perbaikan dari mutu produk dan hasil yang kita buat. Oleh sebab itu, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih, sehingga harapannya produk-produk yang kita lihat tadi dikunjungi dan dibeli oleh orang yang datang dan menjadi pengungkit ekonomi di Kota Sawahlunto,” lanjut Deri.

Sementara itu, Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian menjelaskan, Dekranas adalah satu lembaga yang sudah berdiri selama 42 tahun bertujuan untuk medorong peningkatan ekonomi Indonesia melalui kerajinan rakyat (UMKM di bidang kerajinan).

“Tugas kami di Dekranas adalah meregenerasi kepada para pengrajin agar kerajinan-kerajinan nansional ini tetap eksis guna mendukung perekonomian Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah yang memang umumnya mempunyai kerajinan-kerajinan di Indonesia. Khusus di tempat ini, kami bekerja sama dengan Kementerian ESDM melatih para peserta workshop untuk mengikuti pelatihan kepada UMKM yang bergerak di bidang kerajinan dan membantu peningkatan dari kualitas produk kerajinan mereka,” sambung Tri.

Tri juga mengatakan, tujuan pelatihan kepada masyarakat di sekitar wilayah tambang dan geopark adalah untuk mendukung masyarakat setempat dalam mengembangkan potensi geopark yang ada, yaitu salah satunya ecotourism dan sustainable tourism.

Menurut Tri, saat ini turis domestik maupun luar negeri sangat ingin berkunjung ke daerah-daerah wisata alam yang memperhatikan lingkungan sekitarnya, karena itu menjadi penting mengelola tempat wisata dengan memperhatikan lingkungan alam sekitarnya.

Kementerian ESDM: Pelibatan Masyarakat Sekitar, Kunci Pengembangan dan Pelestarian Geopark di Sawahlunto
Kementerian ESDM: Pelibatan Masyarakat Sekitar, Kunci Pengembangan dan Pelestarian Geopark di Sawahlunto. [Foto: HumasESDM]


“Mereka para turis lokal dan internasional umumnya juga sanga ingin berkunjung ke daerah-daerah wisata yang memperhatikan lingkungan. Isu lingkungan ini isu sangat luar biasa di seluruh dunia, salah satunya adalah menggunakan bahan-bahan alami yang tidak merusak lingkungan hidup kita, yaitu dengan membuat kerajinan,” ujar Tri.

Terkait masalah pemasaran, ungkap Tri, penjualan produk kerajinan disarankan memanfaatkan media online lantaran pertimbangan keterjangkauan wilayah yang lebih luas dengan biaya yang lebih murah.

“Masyarakat Sawahlunto sekarang bukan lagi masyarakat yang gaptek terhadap teknologi karena sudah ratusan tahun lalu sudah terlibat dalam revolusi industri. Saat ini sudah memasuki revolusi industri 4.0 jadi sudah digital, jadi sekarang sudah sangat mudah sekali memasarkan produk melalui media online yang tidak hanya terbatas di lokal tapi juga internasional,” tutup Tri. ***

(Humas Kemen ESDM/Red)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Skip to content