February 29, 2024

PNIB Tolak Keras Kampanye Politik Identitas, Khilafah dan Capres yang diusungnya, Satu Kata Lawan atau Indonesia akan Hancur
PNIB Tolak Keras Kampanye Politik Identitas, Khilafah dan Capres yang diusungnya, Satu Kata Lawan atau Indonesia akan Hancur. [Foto: Dok. PNIB]


SUARAUMAT.com –
Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) menolak keras kampanye politik identitas, khilafah, PA 212 dan Calon Presiden (Capres) yang diusungnya.

Lewat rilis yang dikeluarkan PNIB menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bangkit melawan kampanye politik identitas.

Karena menurut PNIB politik identitas sebuah ancaman nyata di depan mata terhadap keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Seperti diketahui, belakangan viral spanduk-spanduk yang menolak kunjungan salah satu Capres di Kota Bondowoso Jawa Timur.

Hal ini disampaikan Ketua Umum PNIB AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), Rabu (16/11).

“Capres yang sudah dinobatkan sebagai bapak politik identitas saya iimbau tidak blusukan ke berbagai daerah utamanya di Bondowoso dan Jawa Timur,” ujar Gus Wal.

Penolakan safari politik salah satu Capres di Bondowoso jadi perbincangan publik. 

Pasalnya Jawa Timur yang identik dengan basis massa kaum Nahdliyin menjadi target gerilya politik Capres dari salah satu partai politik. 

Menurut Gus Wal, suasana kondusif di Jawa Timur khususnya Bondowoso yang selama ini harmonis dengan kebhinekaan jangan sekali-kali dinodai dengan modus politik identitas untuk kepentingan kekuasaan 2024.

Gus Wal menyebut, kontroversi gerakan politik Capres dan pendukungnya seyogyanya disikapi dengan kewaspadaan oleh pihak aparat terkait. 

Lebih jauh, dia menyampaikan terkait keamanan Kota Bondowoso akan terancam memanas dengan rencana kehadiran Capres tersebut. 

Gus Wal juga menyerukan penolakan potensi gerakan memecah belah masyarakat akar rumput terkait dukung mendukung Capres yang masih terlalu dini dilakukan tim suksesnya.

“Jangan adu domba masyarakat Jawa Timur yang bermartabat berbudaya kalau hanya untuk kepentingan kekuasaan dengan menggunakan politik identitas,” tegasnya.

Kedatangan Capres itu di Bondowoso juga bisa dikatakan oleh Gus Wal sebagai curi start kampanye, padahal pemilu ataupun Pilpres masih sangat jauh.

“Jika aparat tidak mampu, PNIB akan berada di barisan terdepan menghalau kepentingan politik identitas di Jawa Timur,” kata Gus Wal. 

Dirinya selaku Ketua Umum PNIB sudah menginstruksikan para kader pecinta NKRI untuk membuat pos-pos pemantau pergerakan kelompok politik identitas. 

“Kami tidak mengancam tetapi sekedar mengingatkan potensi terjadinya gesekan horizontal atas kedatangan Capres tersebut,” seru Gus Wal dengan nada serius.

PNIB menurutnya akan bekerja sama dengan elemen masyarakat lain untuk mengingatkan ancaman integritas bangsa jika kepentingan politik identitas yang sableng tersebut dilakukan mengatasnamakan agama.

“Penolakan yang kami lakukan tidak terbatas di Jawa Timur, namun juga di seluruh Nusantara. Persatuan dan kesatuan bangsa ini lebih penting daripada ambisi kekuasaan. Hanya satu kata dari PNIB yaitu Lawan!!” tambah Gus Wal.

Tambah Gus Wal, bahaya politik identitas yang diusung Capres tertentu telah terbukti memecah belah daerah yang dipimpinnya. 

“Siapa pun pendana yang mendukung gerakan tersebut akan berhadapan dengan PNIB. Tolak Khilafah, PA 212 dan Politik Identitas sampai kiamat,” pungkas Gus Wal.

Indonesia Aman Makmur Damai Tanpa Khilafah, Politik Identitas, PA 212 Dan Capresnya. ***

(red/Sum)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to content