February 29, 2024

PNIB Kecam Keras Bendera HTI Dalam Orasi Abu Bakar Ba'asyir Bela Al-Qur'an Jangan Politisasi Agama!
PNIB Kecam Keras Bendera HTI Dalam Orasi Abu Bakar Ba’asyir Bela Al-Qur’an Jangan Politisasi Agama! [Ist,]


SUARAUMAT.com
Pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah, Abu Bakar Baasyir (ABB) yang juga mantan terpidana kasus terorisme ini menjadi salah satu orator dalam demonstrasi mengutuk pembakaran Al-Qur’an di Swedia, pada Jumat 27 Januari 2023.

Dalam aksi yang digelar di Bundaran Gladak, ABB menyampaikan orasi selama beberapa menit.

Dia mengapresiasi para peserta aksi yang ingin memperjuangkan Islam agar tidak dilecehkan.

Ba’asyir terlihat lebih bugar dibanding saat bebas dari penjara Lapas Gunung Sindur, Jawa Barat 8 Januari 2021. 

Aksi unjuk rasa diikuti massa gabungan dari Dewan Syariah Kota Solo (DSKS) dan Aliansi Solo Raya. 

Ratusan pendemo membentangkan poster dan spanduk yang berisi kecaman terhadap aksi pembakaran Al-Qur’an di Swedia.

Ba’asyir mengecam keras politisi Swedia bernama Rasmus Paludan yang membakar Al-Qur’an

Ba’asyir dibantu berjalan dan dipapah oleh sejumlah santri.

Dalam orasinya Ba’asyir meminta agar umat Islam berjuang supaya tidak dilecehkan kaum yang dianggapnya kafir.

“Dengan niat ikhlas karena Allah kita berjuang memukul orang-orang kafir yang kurang ajar menghina Alqur’an,” katanya.

Sementara itu Humas Dewan Syariah Kota Solo (DSKS) Endro Sudarsono mengatakan aksi unjuk rasa ini diikuti ratusan massa.

“Ternyata pembakaran ini tidak hanya terjadi sekali, tapi lima kali,” katanya.

Apalagi pascakejadian tersebut Pemerintah Swedia tidak bertindak ataupun melakukan proses hukum. 

Untuk itu mereka mendesak pemerintah untuk ikut turun tangan.

“Harusnya PBB juga memberikan sanksi pada pemerintah (Swedia) sebagai sanksi pada Islamophobia. Sebab PBB sudah melarang Islam phobia,” katanya.

Aksi unjuk rasa ini juga diikuti siswa dari beberapa pondok pesantren di Solo Raya. 

Usai berorasi dan menyampaikan kecaman, massa membubarkan diri dengan tertib.

Kecaman PNIB terhadap bendera HTI

Abu Bakar Baasyir (ABB) yang juga mantan terpidana kasus terorisme ini menjadi salah satu orator dalam demonstrasi mengutuk pembakaran Al-Qur'an di Swedia, pada Jumat 27 Januari 2023
Abu Bakar Baasyir (ABB) yang juga mantan terpidana kasus terorisme ini menjadi salah satu orator dalam demonstrasi mengutuk pembakaran Al-Qur’an di Swedia, pada Jumat 27 Januari 2023. [Ist].

Sementara itu, Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) yang selama ini menjadi Ormas paling lantang menyuarakan penolakan HTI di berbagai daerah, mengeluarkan kecaman pedas.

Pasalnya menurut Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) dalam aksi demonstrasi itu terlihat ada bendera HTI alias Hizbut Tahrir Indonesia.

Hizbut Tahrir Indonesia diketahui sebagai organisasi terlarang di Indonesia karena sudah dibubarkan oleh Pemerintah.

“Jangan politisasi agama,” ujarnya singkat.

Gus Wal menyebut HTI banyak bergerak dengan cara berbaur dengan kelompok-kelompok yang sepaham dengan perjuangannya, yakni ingin mengganti Pancasila dengan khilafah. 

HTI sebagai organisasi sesat yang sudah dibubarkan pemerintah, ternyata masih eksis. 

Penolakan PNIB terhadap ormas terlarang HTI selama ini semakin terbukti bukan asal gebug. 

PNIB tidak pernah putus mengkampanyekan bahaya laten kelompok HTI, FPI, intoleransi dan radikalisme.

“Kerena mereka masih ada.” Usut tuntas pembawa bendera HTI,” tutup Gus Wal tegas. ***

Sumber: Suaraumat.com

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to content