February 25, 2024

Pejuang Pancasila dari Yogyakarta, A Kintoko (paling kanan) menjadi korban pengeroyokkan puluhan orang, namun korban berhasil mengusir para pengeroyok tersebut.
Pejuang Pancasila dari Yogyakarta, A Kintoko (paling kanan) menjadi korban pengeroyokkan puluhan orang, namun korban berhasil mengusir para pengeroyok tersebut.

SUARAUMAT.com – Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) dikenal gencar menyuarakan pembubaran Gema Pembebasan di Yogyakarta.

PNIB juga gencar menyuarakan betapa bahayanya intoleransi, khilafah, radikalisme, terorisme dan politik identitas yang menyeruak di Indonesia.

PNIB juga menyerukan bahaya HTI FPI dan organisasi-organisasi yang hendak mengganti Pancasila dengan ideologi lain.

Apa yang dilakukan PNIB sangat meresahkan bagi sekelompok orang yang memang sudah mempunyai niat tak baik untuk Indonesia.

Baru-baru ini PNIB menggelar Kirab Merah Putih di Yogyakarta dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei 2023.

Gelaran Kirab Merah Putih tersebut mendapat dukungan luas dari masyarakat Yogyakarta dan seluruh rakyat Indonesia di penjuru negeri.

Namun seminggu setelah  acara itu, kabar tak mengenakan datang dari PNIB. 

Lewat Ketua Umumnya, AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) kepada media ini menuturkan kalau anggota PNIB telah menjadi korban pengeroyokan oleh segerombolan orang.

“Minggu malam di sekitar hotel Convention di Ngampilan salah seorang pengurus dan anggota PNIB diserang dan dikeroyok oleh puluhan orang tak dikenal,” ujar Gus Wal dalam keterangan terulis, Senin 22 Mei 2023.

Peristiwa pengeroyokkan tersebut menunjukkan bahwa kelompok yang mendukung Khilafah Radikalisme Wahabi Terorisme dan Intoleransi masih ada.

Bahkan mereka eksis dalam jumlah yang signifikan dan beroperasi dengan cara rahasia tersembunyi di tengah masyarakat kita. 

Mereka dapat ditemui di berbagai lingkungan, seperti sekolah, kampus, desa, kampung, dan daerah terpencil. 

Kehadiran mereka yang demikian menimbulkan keprihatinan dan mengindikasikan luasnya pengaruh mereka.

A Kintoko korban pengeroyokkan

Pejuang Pancasila dari Yogyakarta, A Kintoko menjadi korban pengeroyokkan puluhan orang, namun korban berhasil mengusir para pengeroyok tersebut
Pejuang Pancasila dari Yogyakarta, A Kintoko menjadi korban pengeroyokkan puluhan orang, namun korban berhasil mengusir para pengeroyok tersebut

A Kintoko anggota dan pengurus  PNIB Yogyakarta korban penyerangan dan pengeroyokan puluhan orang dikabarkan tidak mengalami luka serius.

“Alhamdulillah tidak mendapati luka serius, alhamdulillah bisa sedikit mempunyai ilmu bela diri,” ungkap Gus Wal.

Meski sendirian diserang, dikeroyok oleh puluhan orang, namun A Kintoko berhasil mengalahkan hingga mengusir puluhan orang yang menyerang dan mengeroyoknya itu.

Atas peristiwa tersebut Gus Wal sangat geram. Menurut Gus Wal, Kirab Merah Putih Pancasila memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2023 berjalan tertib.

“PNIB mengampanyekan sambut Ceria Riang Gembira Pemilu 2024 Aman Tertib Damai, Yogyakarta menolak keras dan melawan Politik Identitas,” tuturnya.

Selain itu, PNIB juga mengingatkan tentang bahaya intoleransi, radikalisme khilafah, dan terorisme. 

PNIB juga menduga keterlibatan Gema Pembebasan sebagai underbow, sel tidur dari kelompok radikalisme khilafah dan terorisme. 

Hal ini menciptakan situasi yang sangat tidak nyaman dan tidak menyenangkan.

Gus Wal dengan sungguh-sungguh berharap dan meminta kepada aparat penegak hukum, Polresta Kota Yogyakarta dan Polda DIY, agar segera mengambil langkah tindak lanjut terkait kasus penyerangan dan pengeroyokan yang menimpa A Kintoko.

Gus Wal mendesak agar para pelaku penyerangan dan pengeroyokan terhadap A Kintoko segera ditangkap dan dikenakan hukuman yang berat. 

Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran yang sangat besar atas keselamatan jiwa dan nyawa A Kintoko, yang merupakan anggota dan pengurus PNIB Yogyakarta.

PNIB Minta Polisi Tangkap, Adili dan Hukum Berat Pelaku Pengeroyokan A Kintoko Pejuang Pancasila dari Yogyakarta
PNIB Minta Polisi Tangkap, Adili dan Hukum Berat Pelaku Pengeroyokan A Kintoko Pejuang Pancasila dari Yogyakarta 

PNIB tetap meminta kepada Negara, pemerintah, dan aparat penegak hukum agar mengambil langkah untuk membubarkan Gema Pembebasan di seluruh Indonesia.

Terlepas dari apa yang terjadi terkait peristiwa ini, Gus Wal menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa PNIB akan tetap konsisten dan teguh dalam menolak serta melawan politik identitas, intoleransi, radikalisme khilafah, dan terorisme hingga akhir zaman.***

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to content