March 3, 2024

Ellen Frani Aktivis Perempuan Dayak & Kebhinekaan
Ellen Frani Aktivis Perempuan Dayak & Kebhinekaan. [Dok. Pribadi]

SUARAUMAT.com – Saat ini obrolan tentang calon presiden atau capres mulai mengerucut pada dua nama saja yakni Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

Sedangkan Anies Baswedan, ya kita bicarakan kalau pas ingat atau sempat saja, karena semakin lama orang ini semakin tidak menarik untuk dibicarakan karena sudah tidak mutu dan suka membual. Jadi, Anies kita lupakan saja.

Saat ini umur Prabowo sdh 72 Thn dan bisa dikatakan sebagai lansia dimana secara fisiologis dan psikologi seorang lansia respons otaknya terjadi penurunan sehingga akan lambat dalam mengambil suatu tindakan.

Mereka akan sulit menerima perubahan secara masif, misal dalam bidang digitalisasi yang meliputi hampir seluruh aspek kehidupan sehari-hari, yang secara fisiologis dan psikologis tidak dapat dihindari.

Untuk itu yang diperlukan untuk memimpin Negara Republik ini orang yang secara Fisiologis dan psikologis sangat adaptif untuk merespons berbagai masalah.

Saya yakin jika Prabowo bukan seorang ketua umum dan pemilik partai bisa dipastikan tidak akan ada partai yang meliriknya untuk menjadi seorang capres, karena yang lebih muda, cerdas serta adaptif dalam menghadapi bonus demografi sangatlah banyak.

Dari sisi sebagian besar masyarakat di Negara kita berada pada strata ekonomi menengah ke bawah, maka untuk bisa merasakan keberadaan mereka dibutuhkan orang yang mengerti dan tahu apa itu hidup susah. 

Dari sisi ini naluri Prabowo tidak akan peka, karena tidak pernah merasakan apa yang dinamakan kesusahan. 

Sejak kecil Prabowo selalu merasakan hidup mewah. Dalam perjalanan hidup dan karier, sampai saat ini tidak pernah menempatkannya pada posisi yang berinteraksi dengan masyarakat ekonomi lemah atau wong cilik.

Setiap Lansia cenderung mempunyai karakter dengan tipe defensif, dengan sifat yang responsif, dan emosi yang tidak terukur, dengan kata lain sikap dan perilaku masa lalu akan mudah terbawa pada usia lansia.

Karakter atau watak yang responsif dan emosional inilah yang membuatnya harus dipecat dari militer. Karakter itu tidak akan bisa dirubah dalam waktu singkat, apalagi hanya dalam waktu 4 (empat) tahun, dimana Prabowo bergabung dalam pemerintahan Jokowi.

Nah, kalau kita sudah berbicara mengenai persaingan dua kubu, yang sama-sama mengeklaim diendors oleh JOKOWI, tidak bisa dipungkiri akan terjadi persaingan ketat dan potensi untuk menggunakan berbagai cara agar bisa memengaruhi pemilih mengambang. 

Selain itu agar relawan-relawan pro Jokowi yang belum memutuskan tidak menyeberang ke pihak lawan. 

Disinilah tugas dari Ganjarian Spartan untuk bisa meyakinkan mereka, dengan menggunakan cara-cara yang santun.

Karena melihat situasi dan kondisi politik saat ini, sangat mungkin model dan perilaku  kampanye seperti tahun 2019 akan terulang lagi, dimana fitnah dan hoax bertebaran.

Satu hal yang mungkin perlu diingat para Ganjarian Spartan, Jokowi sebagai kader partai tegak lurus dengan keputusan partai. 

Jadi apa pun hasil akhir, penulis yakin dukungan Jokowi akan mengarah ke Ganjar Pranowo tugas relawan meyakinkan para relawan tersebut, agar tidak menarik Jokowi ke dalam Pilpres ini secara langsung.***

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to content