Juni 20, 2024

Gerindra Sebut Isi Pertemuan Jokowi-Prabowo di Bogor Tidak Terkait Pilpres 2024
Prabowo Subianto bersama para buruh saat memperingati hari buruh may day 1 Mei 2023. [Foto: Twitter Prabowo Subianto @prabowo] 

SUARAUMAT.com – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bertemu di Istana Bogor, Jawa Barat pada Kamis, tanggal 25 Mei 2023.

Dalam dialog di salah satu TV Swasta, Dahnil Anzar Simanjuntak, juru bicara (Jubir) Prabowo Subianto, menyampaikan dua poin penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Dahnil menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan koordinasi antara Menteri Pertahanan dan Presiden sebagai bagian dari tugas mereka. 

“Pak Prabowo diminta untuk melaporkan terkait dengan kinerja sektor pertahanan, apalagi ada agenda-agenda besar ke depan, ada ASEAN Defence Minister Meeting,” jelasnya.

“Itu agenda yang penting yang harus dipersiapkan oleh Kementerian Pertahanan, dalam hal ini pertemuan itu adalah Pak Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.”

Poin kedua, lanjut Dahnil, adalah membahas situasi geopolitik dan geostrategis global.

Jokowi, kata Dahnil, selalu meminta pandangan dan laporan Prabowo berkaitan dengan hal tersebut karena penting bagi Indonesia.

“Pak Presiden selalu minta pandangan dan laporan Pak Menteri Pertahanan terkait dengan kondisi geopolitik dan geostrategis global saat ini, dan itu sangat menentukan sikap Indonesia terkait percaturan dunia.”

Saat ditanya mengenai adanya pembicaraan tentang agenda politik berkaitan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) RI 2024, Dahnil tegas menyebut tidak ada.

“Tadi Pak Prabowo di Kementerian Pertahanan, tidak ada hal tersebut yang beliau sampaikan.”

“Yang jelas, dua hal tadi adalah hal yang paling utama, karena beliau diminta untuk menyampaikan hal-hal tersebut, terutama terkait geopolitik dan geostrategis,” tegasnya.

Sebelumnya, diberitakan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akan menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis 25 Mei 2023 siang.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, hari ini.

“Ya ini wartawan kan selalu lebih tahu dari kita ya, tapi saya pikir pertemuan siang ini antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi adalah hal yang biasa,” kata Dasco kepada awak media, Kamis.

Ia menjelaskan, Prabowo bertemu dengan Kepala Negara dalam kapasitasnya sebagai Menteri Pertahanan.

Nantinya, mantan Pangkostrad itu akan melaporkan program-program yang telah dilakukan di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI.

“Pertemuan antara presiden dan pembantu presiden sebagai menterinya, tentu Pak Prabowo kerap kali dipanggil dan juga kerap kali harus melaporkan program-program yang sudah dijalankan,” kata Dasco.

Sementara itu juru bicara pemenangan Pemilu Partai Gerindra Budisatrio Djiwandono juga  mengungkapkan isi pertemuan tersebut.

Budisatrio menjelaskan, Prabowo bertemu dengan Jokowi sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) sehingga mereka berbicara perihal program-program Kementerian Pertahanan. 

“Pertemuan biasa antara Presiden dan menterinya. Melaporkan perkembangan program-program yang sudah maupun sedang berjalan,” ujar Budisatrio saat dimintai konfirmasi, Jumat 26 Mei 2023.

Secara terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman juga menegaskan bahwa Prabowo dipanggil Jokowi sebagai Menhan. 

Dia mengatakan, tidak semua isi pertemuan antara Presiden dan menterinya bisa dipublikasikan. 

“Ini Menhan dipanggil Pak Presiden, tentu yang dibahas soal pekerjaan, soal urusan-urusan kedinasan yang secara detail kita tidak semuanya bisa dipublikasikan,” jelas Habiburokhman. 

“Kami sendiri kalau soal Kemenhan itu kami tidak cawe-cawe isi pembicaraan Pak Prabowo dan Pak Jokowi,” sambungnya.

Habiburokhman mengaku, dirinya tidak tahu apakah Prabowo dan Jokowi membahas soal capres-cawapres atau tidak dalam pertemuan tersebut. 

Menurut dia, Gerindra tidak mendapat informasi lebih jauh terkait ada atau tidaknya perbincangan Pemilu 2024 dalam pertemuan mereka. 

“Jadi itu tadi, logikanya kalau pertemuan ini pertemuan soal dinas, secara logisnya tidak ada pembicaraan hal-hal di luar kedinasan,” imbuh Habiburokhman.***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Skip to content