Penyakit kanker tidak muncul begitu saja tanpa adanya pemicu tertentu. Meskipun secara ilmiah belum diketahui secara pasti, terdapat beberapa faktor yang diduga memicu timbulnya kanker otak, seperti yang diuraikan dalam artikel ini.

Ilustrasi dokter dan pasien kanker otak. /Foto: Freepik

SUARAUMAT.com – Penyakit kanker tidak muncul begitu saja tanpa adanya pemicu tertentu. Meskipun secara ilmiah belum diketahui secara pasti, terdapat beberapa faktor yang diduga memicu timbulnya kanker otak, seperti yang diuraikan dalam artikel ini.

Faktor Keturunan/Genetik

Data kesehatan menunjukkan bahwa faktor genetik dapat memengaruhi kemungkinan seseorang untuk mengalami kanker otak.

Jika orang tua mengidap kanker, ada kemungkinan bahwa mutasi sel kanker dapat diturunkan kepada anaknya. Namun demikian, tidak semua jenis kanker dapat diturunkan, tergantung pada kerusakan DNA yang spesifik.

Meskipun hanya sekitar 5-10% kasus kanker yang disebabkan oleh faktor genetik, faktor lingkungan masih memegang peranan lebih besar, mencapai 90 hingga 95% penyebab kanker, terutama disebabkan oleh polusi lingkungan.

Infeksi Virus

Infeksi virus juga dapat menjadi pemicu kanker dalam tubuh. Virus yang menginfeksi organ tertentu dapat mengubah struktur DNA dan menyebar ke organ lain, menyebabkan kanker.

Kebiasaan Merokok

Merokok telah jelas dikaitkan dengan risiko kanker yang tinggi. Asap rokok mengandung ribuan senyawa kimia yang merusak sel tubuh, termasuk 250 zat beracun dalam setiap batang rokok.

Kampanye anti-rokok tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh berbagai lembaga lainnya untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya rokok, baik bagi perokok aktif maupun pasif.

Paparan Radiasi

Paparan radiasi yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai penyakit berbahaya, termasuk kanker. Contohnya adalah efek radiasi yang terjadi setelah serangan bom atom di Nagasaki dan Hiroshima, yang mengakibatkan banyak korban meninggal akibat kanker.

Meskipun penyebab kanker otak belum sepenuhnya dipahami, menghindari faktor risiko seperti yang disebutkan di atas dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit ini.***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Skip to content