Seorang peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang memeriksa pupa nyamuk Aedes aegypti di Jakarta pada hari Jumat, tanggal 10 November 2023.

Seorang peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang memeriksa pupa nyamuk Aedes aegypti di Jakarta pada hari Jumat, tanggal 10 November 2023. /Foto: dok. BRIN

SUARAUMAT.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat hingga Senin, 15 April 2024, terdapat 475 kasus kematian akibat demam berdarah atau DBD. Angka tersebut menunjukkan lonjakan sebesar 180% dari jumlah kasus pada minggu ke-15 tahun sebelumnya, yang mencapai 175 kematian.

Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Kementerian Kesehatan, mengatakan pihak kementerian telah mengambil langkah-langkah untuk menghadapi situasi ini. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengiriman Surat Edaran kepada semua provinsi dan kabupaten/kota yang mengalami peningkatan kasus yang signifikan.

Nadia menjelaskan bahwa surat yang dikirimkan meminta daerah-daerah dengan kasus kematian akibat DBD untuk melakukan kegiatan edukasi. Selain itu, program Pemberantasan Sarang Nyamuk Bersama juga dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran DBD.

“Lalu edukasi kepada masyarakat untuk langsung membawa anak ke fasilitas kesehatan kalau demam, jangan sampai memasuki fase shock dengue,” kata Nadia saat dikonfirmasi Katadata, Selasa 16 April 2024.

Nadia juga menjelaskan pihaknya telah memverifikasi ketersediaan fasilitas perawatan dan peralatan medis di pemerintah daerah atau Dinas Kesehatan. Ini termasuk persediaan cairan infus, obat-obatan, dan alat diagnostik untuk kasus DBD.

“Lalu kami mendorong berbagai sektor untuk mengantisipasi peningkatan kasus DBD ini, termasuk ke Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Nadia.

Hingga minggu ke-15 tahun ini, Pulau Jawa masih mencatatkan jumlah kematian tertinggi, dengan Jawa Barat di puncak daftar, mencatat 158 korban jiwa. Diikuti oleh Jawa Tengah dengan 105 jiwa, dan Jawa Timur yang mencatat 37 jiwa. Sementara itu, Bali berada di posisi ke-16 dengan empat kematian.

Namun, secara keseluruhan, terjadi peningkatan jumlah kematian akibat DBD di Indonesia sebesar 180% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, dimana tercatat 170 kematian.

Secara nasional, terdapat 62.001 kasus DBD yang dilaporkan hingga minggu ke-15 tahun ini. Dari jumlah tersebut, Bali berada di urutan ketujuh dengan total 2.372 kasus.

Jawa Barat memimpin dengan jumlah kasus terbanyak yaitu 17.331, disusul Banten dengan 5.877 kasus, dan Jawa Tengah yang melaporkan 4.330 kasus.***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Skip to content