Agus Harimurti Yudhoyono sebut penyerahan Sertifikat Tanah dan Intervensi Konsolidasi Langkah Kepastian Hukum bagi Korban Bencana di Kelurahan Petobo, Palu.

Agus Harimurti Yudhoyono sebut penyerahan Sertifikat Tanah dan Intervensi Konsolidasi Langkah Kepastian Hukum bagi Korban Bencana di Kelurahan Petobo, Palu. /Foto: Antara

Palu, SUARAUMAT.com – Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyerahkan sebanyak 655 sertifikat tanah dalam rangka program konsolidasi tanah kepada para warga yang tinggal di hunian tetap (huntap) yang merupakan korban dari gempa dan likuefaksi di Kelurahan Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Menurut Agus, penyerahan sertifikat ini adalah bukti nyata dari komitmen negara dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Hal ini disampaikan saat kunjungannya di huntap Petobo Kota Palu pada hari Minggu.

Dijelaskan pula bahwa intervensi dalam program konsolidasi tanah merupakan bagian dari upaya yang dilakukan oleh ATR/BPN bekerja sama dengan berbagai instansi lainnya, termasuk pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, untuk mengatur kembali kehidupan masyarakat yang terdampak bencana.

Kelurahan Petobo, tempat pembangunan huntap ini, memiliki sejarah sengketa lahan yang kompleks. Oleh karena itu, pemerintah pusat dan daerah telah mengambil langkah konkret melalui program konsolidasi sebagai solusi atas masalah sengketa tersebut.

“Saya berterima kasih kepada pemda Sulteng maupun Kota Palu yang telah membantu proses ini hingga semuanya tuntas, sehingga masyarakat dapat mendapat hunian yang lebih layak,” ujarnya.

Sertifikat tanah diserahkan Kementerian ATR/BPN sebanyak 655 sertifikat khusus untuk penerima huntap dari 1.102 sertifikat diterbitkan BPN.

“655 sertifikat tanah huntap, 397 untuk peserta konsolidasi tanah, kemudian 49 sertifikat hak pakai atas nama Pemkot Palu terdiri dari fasilitas umum dan fasilitas sosial, serta satu sertifikat untuk yayasan pembangunan sekolah luar biasa (SLB),” tutur Agus.

AHY juga mengajak masyarakat setempat untuk merawat dan memanfaatkan sertifikat yang telah diberikan oleh pemerintah sesuai dengan fungsinya.

Menurutnya, sertifikat tanah tidak hanya memberikan kepastian hukum kepada pemiliknya, tetapi juga memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

“Di masa mendatang, sertifikat tanah dapat digunakan sebagai jaminan di lembaga keuangan untuk mendapatkan modal usaha. Oleh karena itu, saya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan dengan baik apa yang telah diberikan oleh pemerintah,” ujar AHY.*** (Antara)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Skip to content