Juli 19, 2024

Personel TNI AU dari Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin berfoto di dengan latar belakang Pesawat Boeing 737-200. Pesawat dengan callsign Camar Flight itu diterjunkan untuk melaksanakan misi patroli maritim dan terbang di atas ketinggian 15.000 kaki, sebelum mendeteksi kehadiran pesawat musuh yang memasuki wilayah udara Indonesia. Foto: Penerangan Lanud Sultan Hasanuddin.

Lumajang, SUARAUMAT.com- Pesawat Boeing 737-200 dari Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin dengan callsign Camar Flight melaksanakan misi patroli maritim terbang di atas ketinggian 15 ribu kaki, pada Selasa pagi (9/7).

Beberapa saat kemudian, patrol ini mendeteksi adanya pesawat asing yang masuk ke wilayah udara Indonesia.

Ketika mendapatkan informasi adanya pesawat asing yang masuk ke wilayah udara Indonesia, Komandan Skadron Udara 5 Letkol Pnb Devi Oktaviandra, M.Han, segera melaporkan kejadian tersebut kepada Panglima Komando Tugas Udara Gabungan.

Usai menerima laporan dari Danskadron Udara 5, Panglima Komando Tugas Udara Gabungan memerintahkan Komandan Satuan Pesawat Tempur F-16 untuk melaksanakan pengadangan.

Operasi ini disebut juga sebagai Operasi Udara Lawan Udara Defensif, di mana operasi ini bertujuan untuk mempertahankan diri dari upaya penghancuran oleh kekuatan udara oleh musuh, selama berada di di daerah operasi.

Operasi ini dilaksanakan dalam rangka mempertahankan keunggulan udara sehingga pengendalian udara atau Control Of The Air dapat diwujudkan di wilayah kedaulatan udara Indonesia.

Kejadian diatas merupakan sebuah skenario dari Latihan Sikatan Daya Tahun 2024, yang dilaksanakan oleh Komando Operasi Udara II (Koopsud II).

Latihan pengadangan dan penghancuran potensi yang membahayakan wilayah udara Indonesia ini merupakan program latihan antar satuan Koopsud II yang diselenggarakan untuk menguji kesiapan dan kemampuan para prajurit, satuan dan Alutsista yang dimiliki Koopsud II.

Melalui Latihan Sikatan Daya Tahun yang dipusatkan di daerah Pandan Wangi Air Weapon Range, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ini, TNI Angkatan Udara khususnya Koopsud II ingin mengasah dan menunjukkan kemampuan mereka dalam proses perencanaan, persiapan dan pelaksanaan operasi sesuai proses pengambilan keputusan militer, serta kesiagaan  menghadapi kontingensi dalam mendukung tugas TNI Angkatan Udara.

Dalam Latihan Sikatan Daya 2024 sebanyak tiga Skadron Udara dari Lanud Sultan Hasanuddin dilibatkan. Lanud Hasanuddin menerjunkan pesawat tempur Sukhoi SU 27 dari Skadron Udara 11, Boeing 737 Skadron Udara 5, dan pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 33.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Skip to content